Banjir Rendam Sejumlah SD di Sukoharjo, Pelajaran Terganggu

Sukoharjo, IDN Times - Banjir yang melanda wilayah Solo Raya sejak Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4/2026) dini hari turut berdampak pada sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Genangan air tidak hanya merendam halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas hingga fasilitas penunjang, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu.
Dari pantauan IDN Times , data sementara mencatat sedikitnya tujuh sekolah dasar terdampak dengan kondisi yang bervariasi. Di SDN Bakipandeyan 1, air menggenangi akses masuk dan area parkir sekolah. Sementara itu, di SDN Purbayan 02, genangan mulai masuk ke area kantin.
Kondisi lebih parah terjadi di SDN Purbayan 01, di mana air mencapai selutut orang dewasa dan merendam ruang kelas serta rumah penjaga sekolah. Hal serupa juga dialami SDN Duwet 02, dengan air masuk ke sejumlah ruang seperti kelas 1, kelas 3, kelas 4, kelas 5, ruang guru, hingga toilet siswa.
Di SDN Duwet 01, banjir juga masuk ke rumah dinas dan toilet, sementara halaman sekolah masih tergenang air. Dampak paling luas terlihat di SDN Gentan 02, di mana air masuk ke seluruh ruang kelas dari kelas 1 hingga kelas 6, termasuk ruang guru, ruang kepala sekolah, serta rumah penjaga sekolah.
Sementara itu, SDN Gentan 01 mengalami genangan sejak pintu gerbang hingga seluruh halaman sekolah. Air juga masuk ke beberapa ruang seperti kelas 3 dan kelas 4, kantin, dapur kantor guru, empat kamar mandi, hingga ruang gamelan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, membenarkan bahwa banjir turut melanda sejumlah desa di wilayahnya, termasuk Manang, Gentan, dan Langenharjo. Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperparah oleh tanggul yang jebol serta kiriman air dari wilayah barat.
“Ini baru proses evakuasi warga di Manang dan Gentan,” ujar Ariyanto.
Ia menambahkan, tim gabungan masih terus melakukan pendataan jumlah warga terdampak sekaligus asesmen di lokasi-lokasi dengan genangan paling parah. Dengan kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah terdampak dipastikan belum dapat berjalan normal hingga air benar-benar surut dan proses pembersihan selesai dilakukan.


















