Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cabuli 50 Santri, Pengasuh Ponpes Ndolo Pati Diburu Aparat Jatanras

Cabuli 50 Santri, Pengasuh Ponpes Ndolo Pati Diburu Aparat Jatanras
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Helmy Tamaela menjelaskan perkara pencurian di lokasi tujuh gereja. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Aparat Subdit Jatanras Polda Jawa Tengah mulai bergerak ke Kabupaten Pati untuk memburu pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati yang bernama Ashari.

Ashari merupakan pengasuh sekaligus pemilik Ponpes Ndolo Kusumo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dengan korban 50 santriwati. 

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan personelnya saat ini melakukan pengejaran terhadap pelaku pencabulan tersebut.

Upaya pengejaran dilakukan lantaran Ashari dua kali tidak memenuhi panggilan setelah ditetapkan sebagai tersangka. 

"Kami hari ini melakukan pengejaran terhadap pengasuh pondok pesantren tersebut. Tentunya sudah tidak akan dilakukan pemanggilan lagi, tapi upaya penangkapan. Termasuk bersama Ditreskrimum (Jatanras)," kata Artanto kepada wartawan di Mako Ditreskrimum Polda Jateng, Rabu (6/6/2026). 

Pihaknya membackup proses penyidikan yang dilakukan Polresta Pati terkait kasus pencabulan santriwati Ponpes Ndolo Kusumo. 

Berdasarkan penajaman penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak keluarga, katanya diketahui pelaku tidak berada di Kabupaten Pati. Namun pelaku diduga ada di luar Provinsi Jawa Tengah. 

"Penyidik kemudian melakukan pendalaman terhadap pihak keluarga terkait keberadaan tersangka. Dari hasil tersebut, diketahui bahwa yang bersangkutan tidak berada di tempat dan diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah,” paparnya. 

Pihaknya berharap aparat gabungan dari Jatanras berhasil menangkap pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati tersebut. Apabila berhasil ditemukan, pihak kepolisian akan langsung melakukan penangkapan dan penahanan.

“Semoga pengejaran ini dapat membuahkan hasil dan yang bersangkutan segera tertangkap,” tegasnya. 

Hingga saat ini laporan yang masuk ke kepolisian terkait dugaan pencabulan oleh Kiai Ashari baru satu laporan. Untuk itu, Polda Jateng mengimbau para korban lain agar tidak ragu melapor.

“Kami berharap ada saksi atau korban lain yang berani melapor. Kami menjamin kerahasiaan identitas serta memberikan perlindungan kepada pelapor dan keluarganya,” pungkasnya.

Sejumlah warga Kecamatan Telogowungu Pati menyebut Ashari sudah tidak tampak di rumah maupun di area Ponpes Ndolo Kusumo dua bulan terakhir. Mereka menduga yang bersangkutan telah melarikan diri, meski belum diketahui keberadaannya.

"Kondisi pesantren tidak ada aktivitas sama sekali, santri putri tidak ada aktivitas juga. Untuk tersangka sudah lama tidak ada di sekitar pesantren, kabarnya kabur," ungkap seorang pemuda Desa Tlogosari, Ahmad Nawawi. 

Informasi terakhir yang diterima Nawawi menyebutkan bahwa Ashari diduga berada di Kabupaten Kudus sejak awal pekan ini.

Di Kudus, Ashari disebut tengah menjalankan aktivitas rutin, termasuk kegiatan spiritual di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

"Terakhir ada yang bilang dua bulan yang lalu, tiga bulan yang lalu. Informasinya belum tahu kabur kemana, yang jelasnya tidak ada di sini," terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Kopdes Merah Putih di Jateng Tembus 8.523, Komdigi Genjot Digitalisasi

06 Mei 2026, 13:23 WIBNews