Mageri Segoro: Gerakan Hijau Luthfi Lawan Abrasi Pantai Semarang

Semarang, IDN Times - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak sejumlah elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam program mageri segoro.
Upaya yang bisa dilakukan ialah dengan membersihkan kotoran di Pantai Tirang Semarang kemudian dilanjutkan merawat tanaman mangrove yang ada di sepanjang bibir pantai tersebut.
Pesisir laut dipagari untuk merawat dan menanam

Luthfi menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga bentang alam pesisir.
"Area pesisir laut ini harus mulai kita pagari. Caranya adalah dengan giat menanam dan merawat tanaman, seperti halnya mangrove yang kita tanam hari ini. Tujuannya sangat jelas, agar ke depannya pesisir laut kita senantiasa dijaga dan dirawat oleh ekosistem tanaman yang kita tanam. Inilah makna sesungguhnya dari inisiatif Mageri Segoro," tutur Luthfi dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (9/7/2026).
Sinergi dengan kegiatan PLN IP Semarang

Dari aksi resik-resik pantai, ia menekankan perlu menanam 2.000 bibit mangrove secara serentak.
Penanaman 2.000 bibit mangrove difokuskan sebagai sabuk hijau alami yang berfungsi vital untuk melindungi garis pantai Semarang dari ancaman abrasi dan gelombang laut yang semakin tinggi.
Kegiatan tersebut juga sinergi dengan PLN IP UBP Semarang.
Kegiatan ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan (sustainability) dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mendukung mitigasi perubahan iklim.
Penanaman mangrove jadi bukti tanggung jawab lingkungan

Sejalan dengan hal tersebut, Indah Hanika Sari, ASMAN K3L PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mengatakan, aksi penanaman mangrove dan bersih-bersih pesisir di Pantai Tirang adalah bukti nyata tanggung jawab lingkungan.
"Melalui sinergi bersama Pemprov Jateng, kami berharap langkah ini tidak hanya mencegah abrasi, tetapi juga memulihkan habitat biota laut yang nantinya akan membawa dampak positif bagi keseimbangan ekologi dan ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan secara gotong royong ini diharapkan mampu mengedukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang pentingnya menjaga laut dari cemaran sampah.
Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PLN IP UBP Semarang dan Pemprov Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergandengan tangan menjaga kelestarian bumi demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.


















