Mahasiswa Farmasi Diajak Riset Obat-obatan Herbal Bareng Sidomuncul

Semarang, IDN Times - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Telogorejo Semarang berkolaborasi dengan PT Sidomuncul Tbk untuk kerjasama di bidang ilmu farmasi. Pihak STIKES menyatakan sudah saatnya para mahasiswa prodi farmasi didekatkan dengan dunia industri untuk menciptakan peluang lapangan kerja yang lebih luas.
"Mahasiswa farmasi STIKES Telogorejo bisa belajar banyak ke bidang farmasi Sidomuncul. Sehingga ke depan terbangun kerjasama yang bagus, satu ekosistem dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa," kata Ketua Pengurus Yayasan Kesehatan Telogorejo, dr Koesbintoro Singgih kepada wartawan di aula agrowisata Sidomuncul Ungaran, Jumat (31/5/2024).
1. Yayasan Telogorejo dan Sidomuncul sama-sama tua

Saat bertemu Bos Sidomuncul Irwan Hidayat, Singgih mengenang perjalanan panjang kampusnya. Bila ditilik sejarahnya, usia Sidomuncul dan STIKES Telogorejo sama-sama tua. Yayasan Telogorejo yang menjadi cikal bakal STIKES sudah berusia 99 tahun. Sedangkan Sidomuncul tak kalah tuanya yaitu 76 tahun.
"Umur Sidomuncul sudah 76 tahun. Kalau yayasan kami malah sudah 99 tahun pak. Tapi usia 99 tahun bukan jadi ompong peyot tapi jadi seksi dengan jiwa yang gemoy. Jadi ini sebuah kerjasama kami dengan Sidomuncul yang sama sama tua namun bisa berlari cepat," akunya.
2. Mahasiswa farmasi didekatkan dunia industri

Kedatangannya ke Sidomuncul juga menjadi kunjungan balasan setelah Irwan Hidayat menyambangi STIKES Telogorejo tahun kemarin.
Singgih berharap jajaran manajemen Sidomuncul bisa memperkuat kolaborasi di bidang industri farmasi. Sehingga para mahasiswa farmasi STIKES bisa leluasa mempelajari riset riset obat tradisional yang ada di pabrik Sidomuncul.
Apalagi mahasiswanya selama ini sudah dididik untuk membangun relasi dengan dunia kerja. Agar ketika lulus sudah siap kerja.
"Kami mendidik mahasiswa seperti program merdeka belajar. Karena saat berdekatan dengan dunia industri kalau lulus harus langsung kerja. Karena pembelajaran kami bergerak di industri farmasi. Maka ini akan jadi nilai tambah. Ke depan kami berharap ditemukan pengobatan tradisional asli Indonesia yang tidak kalah dengan Tiongkok. Terima kasih Pak Irwan atas kerjasama dengan prodi farmasi STIKES Telogorejo," ujar Singgih.
3. Irwan Hidayat gak lupa jasa Sidomuncul

Direktur Utama Sidomuncul, Irwan Hidayat mengaku tak pernah melupakan jasa Telogorejo di bidang paramedis. Sebab dirinya pernah berhutang nyawa ketika RS Telogorejo menyembuhkan penyakitnya beberapa tahun silam.
"Kalau soal Telogorejo saya gak pernah lupa. Karena saya pernah dirawat ke Telogorejo. Jadi gara-gara ketemu dokter yang tepat, penyakit saya menjadi lebih cepat diketahui," kata Irwan.
4. Akan diajak berperan meneliti tanaman obat

Irwan mengatakan, kekayaan alam Indonesia sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas obat herbal. Dari 28.000 lebih tanaman di Indonesia, baru 360 jenis tanaman obat yang baru terdaftar di BPOM. Melalui kerjasama dengan dunia pendidikan, ia ingin mereka bisa berperan melakukan penelitian terhadap potensi alam di sekitarnya untuk dikembangkan menjadi obat-obatan alami.
"Jadi, dunia farmasi dan kedokteran bisa turut berperan juga dalam menggali potensi alam melalui penelitian, uji toksifitas tanaman obat, serta mencari dosis yang tepat untuk pengobatan," jelasnya.
Lebih jauh, menurut Irwan dengan melibatkan STIKES Telogorejo diharapkan bisa muncul ide-ide baru, bagaimana obat alami bisa membantu masyarakat. Jadi, sudut pandangnya bukan sekedar hak patennya. "Sudut pandang kita bagaimana tanaman bisa dijadikan sebagai bahan baku obat alam yang masyarakat juga minum dan membantu menyehatkan masyarakat," ungkap Irwan.


















