Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Mahfud MD Sarankan Perguruan Tinggi Bergerak Jadi Oposisi Obyektif

Mantan Menkopolhukam Mahfud MD saat memberi pernyataan kepada para wartawan yang meliput kegiatan pelantikan Gerakan Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di Ballroom Hotel Tentrem Semarang. (IDN Times/Fariz  Fardianto)
Mantan Menkopolhukam Mahfud MD saat memberi pernyataan kepada para wartawan yang meliput kegiatan pelantikan Gerakan Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta di Ballroom Hotel Tentrem Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Pakar Hukum Tata Negara, Prof Mahfud MD mendorong semua civitas perguruan tinggi di Indonesia untuk mengubah sikapnya ke arah menjadi lembaga oposisi. Namun oposisi yang bisa dilakukan perguruan tinggi bisa lebih condong menjadi yang obyektif. 

Dengan menjadi lembaga oposan setidaknya perguruan tinggi mampu menjaga jejak sejarah bangsa Indonesia. 

"Pesan saya itu dunia perguruan tinggi sekarang harus mengemban tugas sejarah. Yaitu menjaga republik ini dengan sebaik-baiknya. Yang benar dikatakan benar yang salah dikatakan salah. Itulah yang disebut oposisi yang obyektif. Kritis yang obyektif," ujar mantan Menkopolhukam era Jokowi tersebut di sela kegiatan Munas dan reunian pengurus IKA Universitas Islam Indonesia (UII) di Hotel Tentrem, Jalan Gajahmada Kecamatan Semarang Tengah, Sabtu (15/2/2025). 

 

 

1. Kampus-kampus dilarang skeptik radikal

Mantan Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Dok. Istimewa)
Mantan Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Mahfud MD. (Dok. Istimewa)

Yang dimaksud oposisi obyektif, menurut Mahfud ialah berani bersuara tatkala pemerintah pusat merancang kebijakan yang salah. Tetapi juga berani menyuarakan kebenaran manakala pemerintah pusat telah menelurkan sebuah keberhasilan dari program yang digulirkan. 

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada perguruan tinggi supaya tidak menyuarakan hal-hal yang bersifat fatalis, nihilis maupun menjadi skeptik radikal. Karena beberapa kampus memang ia temukan ada yang mengarah pada fatalis dengan mengatakan semua kebijakan pemerintah tidak berguna. Namun ada juga kampus yang menjadi nihilis atau sering nyinyir dengan aturan yang dibuat pemerintah. 

"Kalau orang buat program untuk apa disalahkan. Mereka (kampus) harus kembali. Kampus itu kan ada yang fatalis, yang bilangnya apalah itu gak ada gunanya. Ada juga yang nihilis mengatakan apa yang dikerjakan gak ada semua. Ndak boleh begitu karena pasti ada sisa sisa yang baik. Kita dukung yang baik. Yang tidak baik kita luruskan. Tidak boleh fatalis, tidak boleh nihilis, tidak boleh skeptik radikal. Artinya semua persoalan ditanyakan terus gak selesai selesai kita. Itu aja agar kampus kembali berpaham seperti dulu. Karena tugas kampus itu adalah membangun peradaban dalam kerangka NKRI," cetusnya. 

2. Mahfud MD setuju dengan efisiensi anggaran ala Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra dan Presiden RI Prabowo Subianto saat puncak acara HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/2/2025). (YouTube/Partai Gerindra)
Ketua Umum Partai Gerindra dan Presiden RI Prabowo Subianto saat puncak acara HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Kabupaten Bogor, Sabtu (15/2/2025). (YouTube/Partai Gerindra)

Seperti aturan efisiensi anggaran yang telah diatur Presiden Prabowo sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2025, pihaknya juga tak mempermasalahkan kebijakan tersebut. 

Toh ia bilang adanya aturan itu juga tetap oke-oke saja. Asalkan aturan yang dibuat Prabowo tidak melanggar norma-norma konstitusi hukum. 

"Artinya urusan efisiensi itu saya bagian yang tidak mempersoalkan. Karena itu program pemerintah. Silahkan diatur kembali. Sebab dia punya kewenangan secara konstitusi untuk membuat program dan membuat kebijakan kebijakan karena dia pemenang pemilu. Sejauh tidak melanggar konstitusi ya tidak apa-apa," tutur Mahfud. 

3. UII berhasil terlibat aktif di dalam pemerintahan

Pengurus IKA UII bersama Mahfud MD meninggalkan ballroom Hotel Tentrem Semarang setelah menghadiri pembukaan acara Gerakan IKA UII. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Pengurus IKA UII bersama Mahfud MD meninggalkan ballroom Hotel Tentrem Semarang setelah menghadiri pembukaan acara Gerakan IKA UII. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Soal kiprah UII Yogyakarta dalam membersamai bangsa Indonesia, pihaknya menilai UII telah mengalami perubahan besar dari masa ke masa. UII sebagai kampus berbasis IsIam berhasil bermetamorfosa menjadi lembaga perguruan tinggi yang berperan aktif membangun tata kelola pemerintahan. 

Mahfud mencontohkan saat menginjak dekade 70'an, 80'an dan 90'an, UII tidak pernah terlibat dalam roda pemerintahan. Justru perubahan masif terjadi saat era reformasi yang mana UII langsung berpartisipasi aktif membangun sejumlah tata kelola pemerintah yang membudayakan nilai-nilai keislaman. 

"UII sejak reformasi sampai sekarang berhasil memperoleh keberhasilan yang nyata. Napas Islamnya melebur dalam cita cita bernegara sampai sekarang. Dan umat Islam suda terbiasa mengikuti jabatan di kantor wilayah. Biasanya jadi kepala kementerian agama, atau menteri agama," ujar Mahfud. 

4. UII gelar munas dengan bergotong royong

Potret Universitas Islam Indonesia (UII). (che.uii.ac.id)
Potret Universitas Islam Indonesia (UII). (che.uii.ac.id)

Sementara, Bindut Agus Dewanto, Ketua Panitia Munas VI & Reuni IKA UII 2025 mengatakan kampusnya menggelar Munas sekaligus reunian di Semarang demi menggeralam forum silaturahmi, evaluasi dan eksistensi. 

"Persiapan panitia merupakan gerakan gotong royong antara kepengurusan pusat, wilayah, juga daerah. Kami berusaha menciptakan kegiatan yang rapi terencana baik demi kelancaran. Tak lupa, semuanya bertujuan demi keberlanjutan roda organisasi IKA UII.” ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us