Tim BPBD Kota Semarang menangani kejadian bencana banjir di Mangkang akibat Sungai Plumbon meluap, Kamis (15/1/2026). (dok. BPBD Kota Semarang)
"Maka, saya dan Pak Iswar melayani panjenengan semua dalam bentuk pengabdian sosial. Memastikan setiap kebijakan, seperti di bidang kesehatan hingga pendidikan merupakan cara kami berdiri paling depan saat warga sedang memerlukan bantuan," tegasnya.
Acara ini juga menjadi momen bagi pemerintah bersama masyarakat untuk menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang melanda Semarang beberapa hari terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga memberikan apresiasi tinggi kepada para petugas dari berbagai dinas seperti BPBD, PU, Damkar, dan Dinas Perhubungan yang telah bekerja keras menangani dampak cuaca buruk, termasuk evakuasi ratusan pohon tumbang dalam waktu singkat.
"Maka, doa pada hari ini kita lantunkan untuk kesehatan seluruh para petugas yang menghadapi tantangan untuk menyelesaikan bencana di Kota Semarang. Saya membayangkan, pasti teman-teman itu tidak beristirahat," ungkap Agustina.
Wali kota juga mengajak seluruh warga untuk disiplin menjaga lingkungan, terutama kebersihan saluran air guna mengendalikan banjir. Ia menegaskan bahwa menjaga kebersihan adalah bentuk ibadah yang nyata dan meminta masyarakat untuk memastikan sampah rumah tangga dibuang pada tempatnya agar beban kota menjadi lebih ringan.