Semarang, IDN Times — Kasus penyakit otak dan gangguan saraf kini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya risiko stroke, tumor otak, hingga cedera kepala akibat gaya hidup modern dan keterlambatan diagnosis.
Mengenal Teknologi Gamma Knife, Penanganan Tanpa Bedah Penyakit Otak

1. Pentingnya deteksi dini penyakit otak
Menjawab tantangan tersebut, dokter spesialis bedah saraf dan tulang belakang dari Sunway Medical Centre, Dr. Syed Abdullah Mohamed Al-Haddad, hadir langsung di Kota Semarang untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan teknologi penanganan penyakit otak yang semakin maju.
Dalam acara bincang sehat bertajuk “Penanganan Penyakit Otak Utama” yang digelar Sabtu, (13/6/2026), Dr. Syed Abdullah menjelaskan, bahwa banyak pasien datang dalam kondisi sudah berat karena gejala awal penyakit otak kerap diabaikan.
“Deteksi dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius yang dapat memengaruhi fungsi saraf maupun mobilitas pasien,” ungkapnya.
Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Sunway Medical Centre bersama perwakilan resminya di Semarang, SOMEC. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari peserta yang ingin memahami lebih jauh tentang tumor otak, cedera kepala, gangguan saraf, hingga masalah tulang belakang.
2. Terapi non invasif untuk gangguan otak
Salah satu teknologi yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah Gamma Knife, metode radiosurgery modern yang digunakan untuk menangani berbagai gangguan otak tanpa operasi terbuka konvensional.
Menurut Dr. Syed Abdullah, teknologi ini memungkinkan penanganan tumor otak dan kelainan saraf dengan tingkat presisi tinggi dan risiko yang lebih minimal dibanding prosedur bedah besar.
“Dengan perkembangan teknologi medis dan teknik bedah saat ini, pasien memiliki lebih banyak pilihan pengobatan yang aman dan efektif, sekaligus mempercepat proses pemulihan,” terangnya.
3. Jangan anggap sepele gejala neurologis
Metode non invasif seperti Gamma Knife kini semakin diminati karena tanpa risiko perdarahan, memperpendek masa rawat inap, dan membantu pasien kembali beraktivitas lebih cepat.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menganggap sepele gejala neurologis dan bisa melakukan deteksi dini agar penanganan lebih cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi serius yang dapat memengaruhi fungsi saraf dan mobilitas pasien.
Dengan perkembangan teknologi medis dan teknik bedah, pasien kini memiliki lebih banyak pilihan pengobatan yang aman, efektif, serta memungkinkan proses pemulihan yang lebih cepat.
4. Semarang jadi penghubung layanan wisata medis ke Malaysia
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peluncuran kantor perwakilan baru Sunway Medical Centre di Semarang yang berlokasi di Ruko Bangkong Plaza B02, Jl. MT. Haryono No. 864–866, Peterongan, Semarang.
Kehadiran kantor representatif tersebut diharapkan mempermudah masyarakat Jawa Tengah dalam memperoleh informasi layanan kesehatan, konsultasi medis, hingga akses pengobatan ke Malaysia.
Sebagai informasi, Sunway Medical Centre merupakan rumah sakit swasta kuarterner terbesar di Malaysia dengan kapasitas 853 tempat tidur berlisensi dan lebih dari 350 dokter spesialis serta subspesialis.
Rumah sakit ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata medis unggulan di Asia Tenggara dan masuk daftar 250 rumah sakit terbaik dunia versi Newsweek tahun 2026, sekaligus menempati peringkat pertama di Malaysia.