Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Menu MBG Ramadan di Boyolali Disoal, Ini Klarifikasi SPPG Gagaksipat

Menu MBG Ramadan di Boyolali Disoal, Ini Klarifikasi SPPG Gagaksipat
Menu di SPPG Gagaksipat pada bulan puasa. (IDN Timee/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gagaksipat, Boyolali disorot LSM karena menu Ramadan dinilai kurang sesuai dengan anggaran dan belum mencerminkan kebutuhan gizi anak.
  • Kepala SPPG Gagaksipat menegaskan menu sudah mengikuti juknis Badan Gizi Nasional dengan anggaran Rp8 ribu per porsi kecil dan kandungan gizi yang memenuhi standar.
  • Susu dan telur tetap diberikan dua kali seminggu, bukan setiap hari, sementara seluruh bahan makanan dijamin halal, berizin PIRT, serta terdaftar di BPOM untuk keamanan konsumsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Boyolali, IDN Times - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali menjadi sorotan. Ketua LSM Pengembangan Anak Indonesia, Dewi Ritaningsih, mempertanyakan menu MBG kering yang dibagikan saat Ramadan 2026 oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 Gagaksipat, Ngemplak, salah satunya yang diterima siswa PAUD Kids Fun pada Senin (23/2/2026). Dewi menilai komposisi makanan yang diberikan belum mencerminkan anggaran yang disebut-sebut tersedia.

1. LSM soroti komposisi dan nilai menu

SPPG Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)
SPPG Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali. (IDN Times/Larasati Rey)

Dewi mengungkapkan keberatannya setelah melihat langsung paket MBG yang berisi roti merek Joy, sosis, dan pisang. Dalam perhitungannya, harga masing-masing item dinilai sekitar Rp2 ribu, sehingga totalnya diperkirakan hanya Rp6 ribu.

Menurutnya, dengan nominal tersebut, seharusnya ada tambahan lauk seperti susu atau telur agar lebih memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Jika dihitung, harga roti Rp 2.000, sosis Rp 2.000, pisang Rp 2.000, kan jumlahnya baru Rp 6.000, bahkan mungkin harganya kurang dari itu. Paling tidak ya ada susu atau telur," ujarnya kepada awak media, Senin (23/2/2026).

Ia juga menyebut paket makanan yang diterima tidak dilengkapi rincian kandungan gizi saat pertama kali dilihatnya. Namun saat ditanya lebih jauh soal detail nutrisi yang telah disampaikan pihak penyedia, Dewi mengaku belum mengetahui secara pasti informasi tersebut dari pihak sekolah.

2. SPPG tegaskan sudah sesuai juknis BGN

Kepala SPPG Gagaksipat 2 Ngemplak, Yuwida Salma Lova. (IDN Times/Larasati Rey)
Kepala SPPG Gagaksipat 2 Ngemplak, Yuwida Salma Lova. (IDN Times/Larasati Rey)

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Gagaksipat 2 Ngemplak, Yuwida Salma Lova, memastikan menu yang dibagikan sudah mengikuti petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Salma menjelaskan, anggaran untuk balita, kelompok bermain, TK hingga siswa SD kelas I–III sebesar Rp8 ribu per porsi, bukan Rp10 ribu seperti yang beredar. Ia merinci harga satuan bahan makanan yang digunakan, yakni roti isi ayam sekitar Rp4.050, sosis oven ayam Rp2.500, dan pisang ambon Rp1.450 per buah.

Menurutnya, total tersebut tidak berada di bawah Rp8 ribu untuk porsi kecil. “Untuk siswa TK sampai kelas 3 itu Rp 8.000 rupiah, sedangkan untuk kelas tiga keatas Rp 10.000 rupiah, itu sudah ketentuan dari BGN,” ungkapnya.

Dari sisi kandungan gizi, roti menjadi sumber karbohidrat, sementara protein diperoleh dari isian daging ayam pada roti dan sosis. Pisang berfungsi sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral.

“Kita setiapkan hari juga menyampaikan informasi terkait kandungan gizi yang dikonsumsi oleh para siswa kepada pihak sekolah,” jelasnya.

Untuk porsi kecil, kandungan energi mencapai 239,5 kkal dengan rincian protein 8,4 gram, lemak 5,7 gram, karbohidrat 38,1 gram, dan serat 1,5 gram. Sedangkan porsi besar mengandung 352,3 kkal energi, protein 16 gram, lemak 11,2 gram, karbohidrat 48,4 gram, serta serat 1,9 gram.

3. Susu dan telur tidak diberikan setiap hari

ilustrasi susu dan telur
ilustrasi susu dan telur (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Terkait tidak adanya susu atau telur dalam paket tersebut, Salma menjelaskan kedua menu itu tetap masuk dalam siklus pemberian makanan, yakni dua kali dalam sepekan dan tidak digabung dalam satu hari.

“Kita juga telah menerima Juknis dari BGN jika menu MBG selama bulan Ramadhan tidak boleh dirapel, untuk itu kita berikan setiap hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya memastikan seluruh produk yang digunakan telah memiliki sertifikasi halal, izin PIRT, hingga terdaftar di BPOM guna menjaga kualitas dan keamanan pangan.

“Kita juga tidak sembarang menerima makanan, kita juga memilih makanan yang akan dibagikan harus ada sertifikasi halal, izin PIRT, hingga BPOM agar aman dan layak dikonsumsi,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan terkait menu MBG selama bulan puasa juga sama dengan tahun lalu, dan tidak ada kendala. “Kita juga sudah pernah membagikan menu selama bulan puasa di tahun lalu, dan tidak ada masalah. Karena sesuai dengan arahan BGN kita membagika menu takjil,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah PAUD Kids Fun, Yunita, memilih tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan menyarankan agar konfirmasi diarahkan kepada Dewi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More