Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minyakita Jadi Buruan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Semarang
Inin Nastain/ Minyakita
  • Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita dirasakan koperasi di Semarang sejak Ramadan, membuat pasokan berhenti total pasca Lebaran.
  • Kondisi langka ini menurunkan omzet Koperasi Kelurahan Merah Putih karena permintaan tinggi tidak bisa terpenuhi akibat stok kosong.
  • Harga Minyakita di koperasi lebih murah dibanding pasar umum, sehingga permintaan meningkat dan koperasi berharap dukungan pasokan dari Bulog serta ID Food.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Kelangkaan minyak goreng bersubsidi Minyakita di pasaran tidak hanya dirasakan oleh konsumen. Sejumlah pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pemasar juga mengalami ketidaktersediaan komoditas tersebut sejak pasca Lebaran. 

1. Minyakita langka sejak Ramadan

Ilustrasi mengambil minyak goreng (freepik.com/freepik)

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sembungharjo, Sunari mengatakan, untuk mendapatkan pasokan barang-barang bersubsidi ini ternyata tidak segampang yang pihaknya harapkan.

‘’Seperti Minyakita, permintaan konsumen terhadap komoditas ini sangat tinggi karena menjadi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi ternyata pasokannya terbatas. Kita nggak bisa pesen semau kita karena ada alokasi jatah,’’ katanya saat ditemui di Workshop Media ‘Cerita Koperasi Desa Jadi Berita Bermakna’ di Semarang, Kamis (7/5/2026).

Menurut Sunari, sebelum Lebaran pihaknya mendapat alokasi 30 karton per minggu. Stok minyak goreng subsidi itu bisa terjual dalam waktu 1-2 hari.

‘’Namun, sejak Ramadan, pasca Lebaran hingga sekarang, pasokan minyak nol,’’ ujarnya.

2. Penurunan omzet di KKMP

Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

Kondisi kelangkaan Minyakita bak barang ghoib ini berdampak pada penurunan omzet di KKMP Sembungharjo yang menjalankan bidang usaha penjualan sembako.

Senada dengan Sunari, Ketua KKMP Sampangan, Kuncar Asriyanto juga mengakui, pasokan Minyakita tersendat hingga saat ini. Bahkan, komoditas tersebut sekarang ini tidak tersedia di koperasi.

‘’Salah satu tantangan yang dihadapi koperasi adalah stok komoditas bersubsidi, terutama minyak goreng Minyakita. Padahal, permintaan masyarakat cukup tinggi di koperasi kami,’’ ujarnya.

3. Harga minyak goreng di koperasi lebih terjangkau

Produk MinyaKita (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Adapun, permintaan tinggi terhadap Minyakita di KKMP Sampangan dipengaruhi oleh faktor harga yang lebih terjangkau.

Kuncar menjelaskan, harga minyak di luaran bisa mencapai Rp18 ribu per liter, bahkan ada yang Rp21 ribu atau Rp22 ribu. Namun, di koperasi yang dikelolanya, harga minyak untuk anggota adalah Rp15.500 per liter, meskipun harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp15.700.

‘’Selain pada anggota, kami juga memprioritaskan penjualan minyak kepada UMKM, seperti penjual gorengan atau penyet. Maka itu, kami meminta dukungan pasokan minyak goreng pada Bulog dan ID Food terkait kelancaran dan ketersediaan pasokan komoditas bersubsidi yang dijual di koperasi,’’ tandasnya.

Editorial Team