Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Muncul Bibit Siklon, Semarang Dilanda Angin Kencang Sampai Februari

Analis cuaca di Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani, Gempita Icky Dzikrillah memperlihatkan spot hujan di wilayah Jateng melalui layar citra satelit. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Analis cuaca di Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani, Gempita Icky Dzikrillah memperlihatkan spot hujan di wilayah Jateng melalui layar citra satelit. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Kota Semarang dan sekitarnya diperkirakan bakal dilanda angin kencang hingga bulan Februari 2026. Pasalnya saat ini telah muncul bibit siklon tropis yang bergerak di perairan selatan tepatnya di lautan Samudera Hindia. 

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi, Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto mengatakan adanya bibit siklon tropis dari wilayah belahan bumi selatan (BBS) sedikit banyak mempengaruhi kecepatan angin yang berhembus di wilayah Jawa Tengah utamanya Semarang. 

"Karena perbedaan tekanan wilayah kita dengan tekanan di sekitar siklon cukup lebar menyebabkan previling wind nya lebih kencang dari biasanya. Merupakan dampak dari TC," terangnya kepada IDN Times, Jumat (16/1/2026).

Pihaknya memprediksi angin kencang yang melanda Semarang akan terjadi hingga awal Februari 2026. "Awal Februari," tambahnya. 

Dengan kemunculan angin kencang saat ini, katanya merupakan ciri umum puncak musim penghujan. Angin kuat dari barat (angin baratan) sehingga hujan disertai angin kencang sering terjadi. 

"Waspada genangan dan selalu berhati-hati dalam berkendara, karena visibilitas menjadi sangat pendek," jelasnya. 

Menurut Koordinator Bidang Observasi dan Informasi stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas, Ganis Erutjahjo, pada musim baratan peningkatan gelombang laut memang kerap terjadi. Berdasarkan prakiraan, potensi gelombang sedang tersebut masih akan berlangsung hingga 16 Januari mendatang.

“Untuk saat ini kami memprediksi potensi gelombang tinggi masih ada sampai tanggal 16 Januari. Namun berdasarkan analisa kami, dampaknya hanya terjadi di wilayah perairan dan kepulauan, tidak sampai meluap ke pemukiman warga,” jelasnya.

BMKG Maritim juga mengimbau para nelayan serta pelaku aktivitas kelautan agar selalu memantau informasi cuaca dan gelombang yang disampaikan BMKG, baik melalui media sosial maupun media elektronik lainnya.

“Keselamatan harus selalu diutamakan saat melaut, baik dalam aktivitas mencari ikan, kerang, maupun kegiatan kelautan lainnya,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Gibran Jumatan dengan Dua Raja Keraton, Lanjut Ngobrol di Warung Sate

16 Jan 2026, 16:00 WIBNews