Natal dan Tahun Baru 2025, KAI Sediakan 10.520 Kursi Setiap Hari

- PT KAI Daop 5 Purwokerto siapkan posko angkutan Nataru
- Sediakan 10.520 tempat duduk per hari selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru
- Tambah 49 Petugas Pemeriksa Jalur dan 6 Petugas Dapsus untuk meningkatkan keselamatan perjalanan
Banyumas, IDN Times - Menghadapi lonjakan arus mudik pada Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyiapkan posko angkutan Nataru khusus bagi para pengguna moda transportasi kereta api. Hal itu ditandai dengan digelarnya apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Wakil Presiden Daerah Operasi 5 Purwokerto, Gun Gun Nugraha, di halaman Kantor Daerah Operasi 5 Purwokerto pada hari Senin (23/12/2024).
Menurut Gun Gun, apel gelar pasukan tersebut menandai dimulainya masa posko pelayanan bagi masyarakat pengguna moda angkutan kereta api. Pada masa angkutan Nataru, KAI menetapkan periode angkutan Nataru selama 18 hari, yang telah dimulai sejak tanggal 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.
"Seluruh jajaran PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto, mulai dari staf hingga manajemen puncak, akan bertugas di posko angkutan Nataru untuk memastikan kelancaran operasional dan kualitas pelayanan kepada penumpang," kata Gun Gun
1. Kesiapan SDM jadi perhatian

Pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2024/2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyediakan 10.520 tempat duduk setiap harinya. Selama periode angkutan Nataru, tersedia total 189.360 tempat duduk baik untuk kereta api reguler maupun kereta api tambahan.
"Seluruh sumber daya manusia kereta api dikerahkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Hal ini merupakan wujud komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto dalam memberikan pelayanan yang prima," ujar Gun Gun
Ia menyebutkan, PT Kereta Api Indonesia berkomitmen untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru.
"PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto telah menyiapkan segala sumber daya yang diperlukan, meliputi sumber daya manusia, sarana, prasarana, serta aspek pelayanan lainnya, untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan," imbuhnya.
2. Tambahan 55 tenaga ekstra disiagakan

Gun Gun menyampaikan, seluruh petugas operasional, seperti masinis dan asisten masinis, dipastikan siap menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Para petugas layanan pelanggan, seperti kondektur, pramugari/pramugara, dan petugas layanan pelanggan, berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
"PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto secara konsisten memprioritaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang, terutama pada masa puncak seperti angkutan Natal dan Tahun Baru," akunya.
Untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto telah menambah 49 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) dan 6 Petugas Daerah Perhatian Khusus (Dapsus). Dengan demikian, terdapat total 55 petugas tambahan yang siaga di sepanjang jalur Daerah Operasi 5 Purwokerto.
"Dengan persiapan yang matang, diharapkan perjalanan kereta api selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan selamat, aman, lancar, dan terkendali. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang dan meningkatkan kepuasan pelanggan," ucap Gun Gun.
3. Semua fasilitas layanan dipastikan aman

Sebagai upaya meningkatkan keamanan bagi pengguna jasa kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto telah menyiapkan total 293 personel keamanan gabungan dari internal dan eksternal perusahaan. Rinciannya adalah 106 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 142 personel satuan pengamanan (satpam), 7 personel dari tim bakam rutin, dan 38 personel tim bakam khusus Nataru.
"Seluruh personel keamanan ini akan secara optimal mengamankan perjalanan kereta api, stasiun, serta melakukan pemeriksaan jalur kereta api yang berpotensi mengalami pelemparan atau pencurian. Keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama. KAI secara berkala melakukan pengecekan terhadap titik-titik yang berpotensi terjadi bencana, proaktif dalam mengantisipasi bahaya, memastikan kelengkapan dan kesiapan seluruh peralatan penanganan darurat, serta meningkatkan pengawasan di perlintasan liar dengan menjalin kerja sama aktif bersama seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar," imbuh Gun Gun.
Selain itu, KAI telah memastikan kesiapan sarana dan prasarana. Bersama Kementerian Perhubungan, KAI telah melakukan pemeriksaan berkala terhadap kelaikan dan kesiapan operasional sarana dan prasarana untuk memastikan kereta api dalam kondisi prima. KAI juga telah melaksanakan inspeksi bersama oleh direksi dan komisaris di seluruh lintas, termasuk Daerah Operasi 5 Purwokerto. Khusus untuk Daerah Operasi 5 Purwokerto, telah disiapkan 29 lokomotif siap operasional yang terdiri dari 13 lokomotif jenis CC 201, 7 lokomotif jenis CC 203, dan 9 lokomotif jenis CC 206.
Dari sisi fasilitas, KAI telah mengoptimalkan layanan mulai dari saat pelanggan memasuki area stasiun, selama perjalanan di dalam kereta, hingga tiba di stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, dan kereta api selalu dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan.
"Daerah Operasi 5 Purwokerto juga telah menyediakan 24 petugas layanan pelanggan mobile yang tersebar di 6 stasiun utama, yaitu Stasiun Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, Cilacap, Kebumen, dan Gombong. Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan kesehatan, telah disiapkan pos kesehatan di Stasiun Purwokerto, Kutoarjo, Kroya, dan Cilacap dengan tenaga medis sebanyak 20 personel perawat dan 3 orang dokter umum," tutup Gun Gun.



















