Semangkuk bubur ayam perlahan dingin di meja makan Fiya, Sabtu (30/5/2026) malam. Jangankan mengunyah, mengatupkan rahang saja memicu nyeri berdenyut hingga ke kepala. Setelah hampir tiga tahun menahan sakit yang datang dan pergi, perempuan bernama lengkap Ashfiyatul Mardiyatillah itu akhirnya tidak sanggup lagi.
Sambil menangis, Fiya menelepon suaminya yang sedang berdinas di Jakarta. Dari jarak ratusan kilometer, suaminya membuka Mobile JKN dan mendaftarkannya ke poli gigi Puskesmas Mranggen III, Kabupaten Demak.
Berkat data kepesertaan keluarga yang terintegrasi, beberapa menit kemudian tangkapan layar nomor antrean 2 tiba di ponsel Fiya.
“Saya menelepon sambil menangis menahan sakit. Suami kemudian mendaftarkan saya lewat Mobile JKN dari Jakarta dan mengirimkan tangkapan layar nomor antreannya malam itu juga,” kenang Fiya kepada IDN Times, Rabu (22/7/2026).
Nomor antrean itu belum menghilangkan nyeri, tetapi meredakan kepanikannya. Kepastian itu membuat Fiya dapat datang sesuai jadwal pelayanan pada Selasa (2/6/2026), tanpa harus mengantre sejak subuh.
