Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Oktober, Nana Sudjana Klaim Luas Tanam Padi Jateng Tambah 105 Ribu Hektare
Pompanisasi sawah yang ditenagai aliran listrik PLN kini dinikmati petani di Desa Maritengngae, Kabupaten Pinrang. (Dok. Istimewa)
  • Pj Gubernur Jateng mencapai 105 ribu hingga 110 ribu hektare tambah luas tanam padi bulan Oktober 2024.
  • Pompanisasi dari pemerintah pusat membantu peningkatan produksi pertanian Jateng.
  • Kebutuhan beras sekitar 340.000 sampai 345.000 ton per bulan dengan rata-rata produksi 5,5 sampai 5,6 ton per hektare.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengaku penambahan luas tanam selama  bulan Oktober 2024 sudah mencapai 105 ribu hektare sampai 110 ribu hektare. Upaya peningkatan produksi pertanian Jateng terbantu dengan adanya bantuan pompanisasi dari pemerintah pusat. 

"Di bulan Oktober ini kita sanggup mencapai 105.000-110.000 hektare. Jadi kita upayakan untuk terus mendekati target yang ditentukan oleh Kementerian Pertanian," cetusnya usai rapat koordinasi Pengamanan Produksi dan Percepatan Pertanaman Padi di kantor BPSDM Jateng.

1. Nana Sudjana: Jateng tumpuan pangan nasional

Pihaknya mengklaim saat ini berkomitmen merealisasikan capaian luas tambah tanam padi di wilayahnya. Apabila September kemarin penambahan luas tanam padi sekitar 65.140 hektare. Maka bulan ini sudah sekitar 105.000 hingga 110.000 hektare.

Akselerasi ini, lanjut Nana, memang harus dilakukan, mengingat Jateng menjadi tumpuan pangan nasional bersama Jabar dan Jatim. 

2. Jateng dianggap sanggup tingkatkan kualitas padi

Ilustrasi menjemur padi (pexels.com/Dibakar Roy)

Oleh karenanya, ia meminta para kepala dinas agar lebih optimal dalam merealisasikan penambahan luas tanam padi. 

“Selama ini Jawa Tengah dianggap sudah mampu untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas padi. Tetapi masih ada yang akan kita tingkatkan, khususnya dengan perluasan tanam padi,” ucapnya dalam keterangan yang diterima IDN Times

Nana menambahkan ada 5.134 unit pompa sudah didistribusikan di masing-masing kabupaten/ kota. Penggunaan bantuan pompa saat ini mencapai 93 persen. 

3. Kebutuhan beras Jateng 340 ribu ton

Penyaluran Bantuan Pangan Beras 10 kilogram (kg). (dok. Bulog)

Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto menambahkan kebutuhan beras sekitar 340.000 sampai 345.000 ton per bulan. Artinya, dalam sebulan harus panen minimal di lahan 100.000 hektare, dengan rata-rata produksi 5,5 sampai 5,6 ton per hektare.

“Artinya didapat antara 550.000 sampai 560.000 ton gabah kering giling. Kalau dikonversi ke beras 62,74 persen, ketemu angka 345.000 ton. Itu aman satu bulan,” ungkapnya. 

Editorial Team