Operasi Modifikasi Cuaca di Jateng, BNPB Siap Tambah Pesawat

- Operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah akan berlangsung selama lima hari
- Tujuannya adalah untuk mengurangi intensitas curah hujan ekstrem agar tidak memperparah banjir
- Upaya ini dilakukan untuk menekan risiko banjir susulan di Jateng, terutama di Kabupaten Kudus dan sekitarnya
Kudus, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) siap melakukan penambahan jumlah pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Jawa Tengah guna mengurangi intensitas hujan di wilayah rawan banjir.
1. Dijadwalkan digelar selama lima hari

Operasi modifikasi cuaca tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari. "Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari dan dimulai sejak 15 Januari 2026. Saat ini masih melibatkan satu unit pesawat," kata Kepala BNPB Suharyanto saat rapat koordinasi dengan Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di ruang rapat pimpinan DPRD Kudus.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto serta Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Sudarto.
Ia mengatakan penggunaan satu pesawat dinilai masih mencukupi, namun tidak menutup kemungkinan untuk ditambah apabila kondisi cuaca dan curah hujan masih tinggi.
"Di Sumatera hampir sebulan lebih melibatkan sembilan pesawat. Bahkan pernah dalam satu provinsi ada lima pesawat untuk modifikasi cuaca. Sedangkan di Jawa Tengah saat ini satu pesawat, nantinya bisa ditambah," ujarnya melansir dari Antara.
2. Mengurangi intensitas curah hujan ekstrem

Suharyanto menegaskan operasi modifikasi cuaca tidak bertujuan menghentikan hujan sepenuhnya, melainkan untuk mengurangi intensitas curah hujan ekstrem agar tidak menambah debit air dan memperparah banjir.
"Modifikasi cuaca ini bukan menghentikan hujan, tetapi mengurangi. Harapannya meskipun cuaca terlihat mendung, tidak terjadi hujan lebat sehingga tidak menambah debit air dari atas," ujarnya.
Ia juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut menyelenggarakan operasi modifikasi cuaca sebagai upaya memperkuat langkah penanganan bencana, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, pelaksanaan OMC juga terus berkoordinasi dengan BMKG.
"Jika Pemprov Jateng ikut menyelenggarakan untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca. BMKG juga menyelenggarakan, sehingga upaya ini bisa lebih optimal," ujarnya.
3. Upaya menekan risiko banjir susulan di Jateng

Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto menjelaskan bahwa rekayasa modifikasi cuaca merupakan upaya untuk mengelola atau melakukan manajemen curah hujan ekstrem, bukan menghilangkannya secara total.
Menurut Goeroeh operasi modifikasi cuaca di Jawa Tengah dilaksanakan mulai 15 hingga 19 Januari 2026, dengan fokus utama pada wilayah utara Pulau Jawa. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi hujan dari arah laut sebelum masuk ke wilayah daratan Jateng.
"Kalau hujan masih terjadi di laut, bisa kita kelola supaya turun di sana dan tidak masuk ke daratan. Intinya bagaimana melakukan manajemen curah hujan agar tidak menjadi hujan ekstrem di wilayah rawan," ujarnya.
Ia menambahkan masa operasi dapat diperpanjang atau dihentikan lebih cepat tergantung pada perkembangan cuaca. Evaluasi kondisi atmosfer dilakukan secara berkala, dengan pembaruan prakiraan cuaca setiap tiga hari.
"Rencananya sampai tanggal 19 Januari 2026, tetapi bisa saja diperpanjang atau dipindahkan ke daerah lain, tergantung situasi dan kondisi cuaca ke depan," ujarnya.
Dengan operasi modifikasi cuaca tersebut, pemerintah berharap dapat menekan risiko banjir susulan di Jateng, khususnya di Kabupaten Kudus dan sekitarnya, serta mendukung upaya penanganan bencana yang saat ini tengah berlangsung.


















