Semarang, IDN Times - Maraknya kecelakaan transportasi umum, khususnya bus, saat arus mudik dan balik Idulfitri, membuat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organda Kota Semarang mengirimkan surat imbauan kepada para pengusaha angkutan barang dan penumpang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan menjelang musim mudik Lebaran.
Salah satu contoh kecelakaan yang menjadi perhatian terjadi pada mudik Idulfitri 2024. Bus PO Rosalia Indah mengalami kecelakaan tunggal di KM 370 Tol Batang–Semarang pada Kamis (11/4/2024).
Ketua Organda Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnomo mengatakan pihaknya telah mengikuti agenda persiapan mudik Lebaran yang digelar Satlantas Polrestabes Semarang bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Jangan sampai ada peristiwa kecelakaan yang terulang. Karena itu, kendaraan harus dicek dengan baik dan pengemudi juga harus benar-benar menguasai medan serta kendaraannya,” ujar Bambang.
Sedangkan, Sekretaris Organda Kota Semarang, Suyatmin, meminta para pengusaha angkutan darat memastikan seluruh armada telah melalui pemeriksaan secara menyeluruh.
“Armada harus benar-benar dicek, termasuk melalui ramcek untuk memastikan kelayakan kendaraan,” tegasnya.
Tak hanya armada, Organda juga menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi pengemudi, secara jasmani maupun rohani. Hal ini dinilai penting untuk memastikan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini berlangsung aman dan nyaman.
“Setelah armada dipastikan layak jalan, pengemudi juga harus dalam kondisi sehat, baik fisik maupun mental. Jangan sampai karena kelelahan atau alasan lain, pengemudi justru menggunakan obat-obatan terlarang yang sifatnya memacu stamina,” jelasnya.
Terkait program mudik gratis, Organda Kota Semarang menyambut baik langkah pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Namun demikian, pihaknya menyoroti potensi berkurangnya pendapatan para pengusaha bus jika program tersebut tidak melibatkan armada angkutan yang selama ini telah beroperasi secara reguler.
“Program ini tentu menunjukkan kepedulian pemerintah, tetapi secara tidak langsung juga bisa mengurangi pendapatan pengusaha angkutan penumpang. Padahal mereka melayani masyarakat setiap hari, dan momentum Lebaran biasanya menjadi masa panen bagi usaha transportasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bambang menambahkan bahwa Organda berharap program mudik gratis yang digelar pemerintah, baik melalui BUMN maupun Polri, dapat melibatkan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) yang sudah beroperasi.
Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha transportasi sekaligus tetap mendukung program pemerintah dalam memberikan fasilitas mudik yang aman bagi masyarakat.
“Harapan kami, BUMN maupun Polri yang menyelenggarakan mudik gratis bisa menggunakan bus AKAP atau AKDP yang sudah berjalan, sehingga tidak mengurangi pendapatan para pengusaha yang setiap tahun mengandalkan momen mudik sebagai masa panen,” tuturnya.
