Semarang, IDN Times - Pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa selama bulan Ramadan tetap berjalan di Kota Semarang. Kendati demikian, menu makanan yang diberikan kepada siswa berbeda dari hari biasanya.
Ortu Siswa di Semarang Minta MBG Ramadan Lebih Baik Ditiadakan

1. Siswa terima MBG makanan kering
Salah satu orang tua siswa SD Kalibanteng Kidul 02, Widowati menuturkan, pembagian MBG di sekolah anak sudah berlangsung beberapa hari. Namun, menu yang diterima bukan makan besar, melainkan makanan ringan atau kering.
“Hal itu sudah diberitahukan oleh sekolah kepada orang tua siswa. Bahwa selama bulan Ramadan, MBG berupa menu kering. Ortu juga diberitahu agar siswa dibawakan tas bekal untuk tempat MBG kering,” katanya, Selasa (24/2/2026).
Adapun, dalam beberapa hari MBG yang dibagikan terdiri atas tiga jenis makanan seperti roti basah, kacang, kolak. Lalu hari berikutnya, kolak, risoles, pangsit goreng.
2. Nilai menu MBG tidak sampai Rp10 ribu
“Kalau dilihat dari makanannya, nilainya tidak sampai Rp10 ribu per paket. Beda dengan menu hari biasa yang ada nasi, sayur dan lauk,” ungkapnya.
Menurut Widowati, kalau memang ingin mengganti menu MBG saat bulan Ramadan, seharusnya tetap mempertimbangkan kandungan gizi dalam makanan.
“Misalnya, susu, telur, atau jajan pasar yang ada nilai gizinya. Daripada menu ala kadarnya seperti sekarang, lebih baik MBG Ramadan ditiadakan saja,” katanya.
3. Program MBG dipastikan tetap berjalan
Sementara, Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan. Adapun, pelaksanaannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Muhammad Ahsan mengatakan, pelaksanaan program MBG berjalan dengan penyesuaian pada jenis menu yang diberikan kepada penerima manfaat selama bulan Ramadan.
“Tetap berjalan namun ada penyesuaian jenis menu untuk penerima manfaat, jadi itu yang disesuaikan,” ungkapnya.
4. Makanan yang dibagikan dalam bentuk tahan lama
Lebih lanjut, Ahsan menjelaskan, makanan yang dibagikan sudah disiapkan dalam bentuk yang lebih tahan lama, tetap memenuhi gizi seimbang, dan aman dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan.
“Jadi memang makanan yang diberikan ini lebih tahan lama dan masih aman dikonsumsi beberapa jam setelah dibagikan,” tuturnya.
Untuk diketahui, sesuai ketentuan menu MBG Ramadan tidak dianjurkan menyajikan makanan yang cepat basi, bercitarasa pedas dan berpotensi menimbulkan keracunan pangan.
“Saat pembagian MBG, siswa dapat membawa pulang makanan tersebut untuk kemudian dikonsumsi pada saat waktu berbuka puasa,” tandasnya.