Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Panitia SNPMB Undip Pergoki Peserta UTBK Pasang Alat Dengar di Telinga

Panitia SNPMB Undip Pergoki Peserta UTBK Pasang Alat Dengar di Telinga
Tampak dari depan Fakultas Kedokteran Undip. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Seorang peserta UTBK di Undip ketahuan memakai alat pendengar kecil di telinga saat ujian untuk Fakultas Kedokteran, terdeteksi melalui pemeriksaan metal detector.
  • Pihak kampus langsung menggeledah dan menginterogasi peserta tersebut, namun identitasnya belum diungkap dan kasusnya dilaporkan ke panitia pusat SNPMB.
  • Wakil Rektor I Undip menegaskan tindakan curang ini merugikan diri sendiri serta mengimbau peserta lain agar percaya pada kemampuan masing-masing tanpa menggunakan cara tidak jujur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tepergok menggunakan alat pendengar dengan modus membantu melancarkan proses ujian. 

Peserta UTBK yang terindikasi bertindak curang tersebut berjenis kelamin perempuan. Peserta tersebut terdaftar ikut UTBK untuk seleksi penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK). 

Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto mengatakan peserta UTBK dari FK itu ketahuan menggunakan alat bantu saat ujian ketika diperiksa seluruh badannya menggunakan peralatan deteksi metal. 

Mirisnya lagi, si peserta itu nekat memasang alat bantu dengar di dalam rongga cuping telinganya. Alat yang dipasang diketahui panitia UTBK berukuran kecil. 

"Terkonfirmasi di dalam pakaiannya ada metal lalu di dalam telinganya juga ada, kecil alatnya. Terus kita tanya itu apa? Kok bisa terpasang, sampai selesai, orangnya ternyata gak keburu ikut ujian," tegasnya, Rabu (22/4/2026).

Walau begitu, Heru belum bisa menyampaikan identitas peserta UTBK yang curang tersebut. Hanya saja pihaknya memerintahkan panitia menggeledah dan mengintrogasi peserta yang curang sembari meningkatkan pengawasan di lokasi ujian. 

Sejauh ini dari pengakuan peserta yang dimaksud, alat bantu dengar memang sengaja dipasang di dalam telinganya khusus untuk membantu melancarkan tes UTBK.

Tetapi Heru tak tahu secara pasti apakah alat bantu dengar yang ditanamkan dalam telinga tersebut untuk komunikasi jarah jauh. 

"Tapi yang bersangkutan mengakui memang untuk ujian alatnya," terangnya. 

Mengenai apakah ada anksi, pihaknya tidak bisa menjatuhkan hukuman. Sebab, ranah ini berada di Kementerian Pendidikan Tinggi (Kemendikti). "Terkait itu, pusat. Undip hanya melaporkan kepada panitia pusat nasional bahwa telah terjadi seperti ini di hari pertama," akunya.

Atas kasus kecurangan di Undip, Heru kembali menekankan kepada para peserta ujian untuk lebih suportif. Tindakan curang, menurutnya bisa merugikan seorang itu sendiri. "Kami prihatin sampai saat ini masih dijumpai praktik-praktik yang tidak baik seperti ini. Kami berharap, teman-teman yang ikut ujian percayalah pada diri kalian," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More