Pantura Jateng Siaga Hujan Lebat, Daftar Daerah yang Terdampak

- BMKG mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat di Jawa Tengah
- Wilayah Pantura dan sebagian besar Jateng lainnya berstatus siaga dan waspada
- Tingginya intensitas hujan meningkatkan risiko banjir, genangan, dan tanah longsor
Cilacap, IDN Times – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status siaga hujan lebat bagi warga Jawa Tengah. Wilayah Pantai Utara (Pantura) kini ditetapkan dalam status Siaga hujan lebat selama Dasarian III Januari 2026 (periode 21–31 Januari).
Potensi curah hujan di wilayah tersebut diperkirakan sangat tinggi, yakni mencapai 200–300 milimeter per dasarian.
1. Daftar wilayah berstatus siaga hujan lebat di Jawa Tengah

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menyebutkan bahwa status siaga adalah level peringatan tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT).
Adapun daerah yang masuk kategori Siaga meliputi: Kabupaten Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Kabupaten Batang, Demak, Kudus, dan Jepara. Kota Pekalongan.
2. Status waspada di Solo Raya hingga Semarang

Selain zona merah di Pantura, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk sebagian besar wilayah Jateng lainnya dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter.
Wilayah ini mencakup Solo Raya (Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali), Semarang Raya, hingga wilayah pegunungan tengah dan pesisir selatan seperti Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.
3. Ancaman bencana Hidrometeorologi mengintai

Tingginya intensitas hujan ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi secara serentak. Teguh mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi segera.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di titik-titik rawan bencana," ungkap Teguh melansir dari Antara, Rabu (21/1/2026).
BMKG memastikan akan terus memantau dinamika atmosfer yang bergerak dinamis di langit Jawa Tengah. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya hoaks dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi BMKG untuk mendapatkan data cuaca real-time.

















