Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pantura Jateng Siaga Hujan Lebat, Daftar Daerah yang Terdampak

Ilustrasi hujan lebat (pexels.com/ Thgusstavo Santana)
Ilustrasi hujan lebat (pexels.com/ Thgusstavo Santana)
Intinya sih...
  • BMKG mengeluarkan peringatan siaga hujan lebat di Jawa Tengah
  • Wilayah Pantura dan sebagian besar Jateng lainnya berstatus siaga dan waspada
  • Tingginya intensitas hujan meningkatkan risiko banjir, genangan, dan tanah longsor
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Cilacap, IDN Times – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini status siaga hujan lebat bagi warga Jawa Tengah. Wilayah Pantai Utara (Pantura) kini ditetapkan dalam status Siaga hujan lebat selama Dasarian III Januari 2026 (periode 21–31 Januari).

Potensi curah hujan di wilayah tersebut diperkirakan sangat tinggi, yakni mencapai 200–300 milimeter per dasarian.

1. Daftar wilayah berstatus siaga hujan lebat di Jawa Tengah

ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/ Aditya Nara)
ilustrasi hujan lebat (unsplash.com/ Aditya Nara)

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung, Teguh Wardoyo, menyebutkan bahwa status siaga adalah level peringatan tertinggi dalam Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (PDCHT).

Adapun daerah yang masuk kategori Siaga meliputi: Kabupaten Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Kabupaten Batang, Demak, Kudus, dan Jepara. Kota Pekalongan.

2. Status waspada di Solo Raya hingga Semarang

Ilustrasi hujan lebat. IDN Times/Aan Pranata
Ilustrasi hujan lebat. IDN Times/Aan Pranata

Selain zona merah di Pantura, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk sebagian besar wilayah Jateng lainnya dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter.

Wilayah ini mencakup Solo Raya (Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, Boyolali), Semarang Raya, hingga wilayah pegunungan tengah dan pesisir selatan seperti Cilacap, Banyumas, dan Kebumen.

3. Ancaman bencana Hidrometeorologi mengintai

ilustrasi hujan lebat (pexels.com/  Dibakar Roy)
ilustrasi hujan lebat (pexels.com/ Dibakar Roy)

Tingginya intensitas hujan ini meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi secara serentak. Teguh mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi segera.

"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di titik-titik rawan bencana," ungkap Teguh melansir dari Antara, Rabu (21/1/2026).

BMKG memastikan akan terus memantau dinamika atmosfer yang bergerak dinamis di langit Jawa Tengah. Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya hoaks dan selalu merujuk pada kanal informasi resmi BMKG untuk mendapatkan data cuaca real-time.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Longsor Tutup Jalur Magelang-Boyolali, Cek Jalur Alternatif

22 Jan 2026, 06:07 WIBNews