Semarang, IDN Times - Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Semarang sudah tembus di angka 1.045 kasus per Sabtu (19/2/2022) pukul 18.00 WIB. Dari jumlah tersebut tercatat lima kecamatan memiliki jumlah kasus virus corona tinggi.
Pasien COVID-19 Semarang Tembus 1.045, Ini 5 Kecamatan dengan Kasus Tinggi

1. Mayoritas pasien COVID-19 adalah warga Semarang
Melansir dari laman siagacorona.semarangkota.go.id, dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19, sebanyak 882 pasien berasal dari Kota Semarang, sedangkan 163 pasien dari luar kota. Kemudian, sepanjang tahun 2022 angka kematian COVID-19 di Semarang mencapai 25 kasus.
Apabila dilihat dari sebaran kasus positif virus corona di Ibu Kota Jawa Tengah, lima kecamatan dengan jumlah kasus tertinggi antara lain Pedurungan (73 kasus), Ngaliyan (72 kasus), Semarang Utara (66 kasus), Mijen (63 kasus), dan Semarang Barat (55 kasus).
2. Kasus positif harian tinggi dalam 3 hari terakhir
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, dalam tiga hari terakhir jumlah kasus harian pasien yang terinfeksi virus corona di Kota Semarang tinggi.
"Hingga akhirnya pada Jumat (18/2/2022), jumlah kasus tembus di angka 1.000 pasien. Namun, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 setiap hari juga tinggi," ungkapnya, Sabtu (19/2/2022).
Pemkot Semarang berupaya untuk menanggulangi penularan COVID-19 saat ini dengan meminimalkan angka kesakitan dan kematian akibat virus corona. Salah satunya dengan percepatan vaksinasi untuk meningkatkan ketahanan tubuh warga terhadap serangan COVID-19.
3. Masyarakat diimbau melakukan vaksinasi
"Bagi yang belum vaksin atau vaksinasinya belum lengkap bisa segera datang ke sentra-sentra vaksinasi. Kami saat ini juga melakukan percepatan vaksinasi dosis ketiga atau booster," tuturnya.
Selain itu, pemerintah kota melanjutkan upaya-upaya lain untuk mencegah dan menanggulangi penularan COVID-19, yang diperkirakan memuncak pada akhir Februari 2022, termasuk menegakkan protokol kesehatan serta melaksanakan pelacakan, pemeriksaan, dan penanganan kasus.
"Setelah mencapai puncak, perkiraan kasus COVID-19 akan langsung menurun tajam," tandasnya.