Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemerintah Obral Janji, Perajin Tempe Tahu Jateng Gak Mau Ikutan Mogok
Proses pengolahan kedelai menjadi tahu di Pabrik Tahu Eco Jalan Tandang, Mrican Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Para perajin tempe dan tahu di Jawa Tengah menyatakan tak mau ikut-ikutan provinsi lainnya yang berhenti berproduksi di tengah lonjakan harga kedelai.

1. Sebagian perajin tahu tempe ada yang mogok

Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro. (Dok. IDN Times)

Ketua Pusat Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro mengungkapkan sebenarnya sejumlah anggotanya memang telah sepakat untuk menyetop produksi tahu dan tempe. Namun, pihaknya mengaku sudah menemui solusi karena terjalin kesepakatan dengan pemerintah. 

"Hari ini ada yang tidak memproduksi tempe tahu, tapi besok mereka sudah produksi semua," katanya, Senin (21/2/2022).

2. Primkopti Jateng dijanjikan dapat subsidi Rp1.000

Perajin tahu dan tempe mogok produksi dan gelar unjuk rasa karena tingginya harga kedelai. (dok. Paguyuban Dadi Rukun)

Dari hasil kesepakatan, menurutnya pemerintah telah menjanjikan pemberian subsidi selama tiga bulan. 

Subsidi yang dimaksud Sutrisno berupa pemberian bantuan subsidi untuk pembelian kedelai senilai Rp1.000 per kilogram.

Ia menceritakan pemerintah sudah sepakat dengan pihaknya jika nantinya kedelai dibeli dengan harga saat ini Rp11.300.

"Kalau saat ini kedelai harganya Rp 11.300 per kilo, jadi diberi subsidi Rp1.000," terangnya.

3. Pemerintah juga janji pasok kedelai tiga bulan

Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Tak cuma itu saja, Sutrisno menyatakan pemerintah juga menjanjikan ada ketersediaan pasokan kedelai selama tiga bulan. 

Ia bilang pemerintah harus bisa menepati janjinya untuk menjamin ketersediaan kedelai selama tiga bulan ke depan. Pemerintah juga harus bisa menjamin harga kedelai stabil kisaran Rp10.000-Rp10.500 per kilogram.

"Pemerintah harus mengumumkan kenaikan harga tempe dan tahu," bebernya.

Sedangkan, Siswandi, seorang perajin tahu di Dusun Gamol Kelurahan Kecandran Kecamatan Sidomukti mengaku tetap memproduksi tahu dengan jumlah terbatas. "Ya tetap produksi walaupun jumlahnya gak banyak kayak harga kedelai yang dulu," bebernya.

Editorial Team

Related Article