Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemprov Jateng Tambah 105 SPPG, Gus Yasin Akan Temui Bupati dan Walikota

Pemprov Jateng Tambah 105 SPPG, Gus Yasin Akan Temui Bupati dan Walikota
Pangdam Diponegoro Semarang Mayjen TNI Deddy Suryadi berbincang dengan SPPI MBG SMK Bagimu Negeri. (IDN Times/Dok Pendam IV Diponegoro Semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemprov Jawa Tengah berupaya keras menggenjot program makan bergizi gratis (MBG) di wilayahnya. Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan menambah 105 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru.

Sebanyak 105 SPPG tersebut akan disebar di 35 kabupaten/kota di Jateng, atau masing-masing kabupaten/kota ada tiga SPPG baru.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin setelah rapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN), di Jakarta mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan bupati dan walikota untuk merealisasikan tambahan SPPG tersebut.

Ia menargetkan, penambahan itu bisa terealisasi selama sepekan ke depan.

“Kita rapat untuk persiapan percepatan program MBG, dan alhamdulillah sudah langsung diterima di BGN, sehingga langsung ada tindaklanjut,” kata Gus Yasin dalam keterangan yang diterima IDN Times, Rabu (16/4/2025).

Tak hanya itu, Pokja MBG Jateng juga akan membantu BGN dalam mengakomodir SPPG yang telah berjalan. Sehingga nantinya, tak hanya bertambah, tetapi dapur MBG yang telah berjalan akan didata serta dinilai kelayakannya.

Dalam pertemuan tersebut, Pokja MBG Jateng menyampaikan sejumlah usulan dan kendala dalam pelaksanaan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Beberapa usulan yang disampaikan, yakni tentang fungsi pengawasan agar didelegasikan ke daerah. Sehingga memudahkan dalam koordinasi pelaksanaan.

Taj Yasin juga menyampaikan agar dilakukan pembinaan dan pengawasan keamanan pangan olahan siap saji, serta Sertifikasi Laik Higiene Sanitani (SLHS). Hal ini dalam rangka peningkatan kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.

Sebelumnya, Pokja MBG Jateng telah memetakan aset Pemprov Jateng yang dapat dimanfaatkan sebagai SPPG. Hasilnya, terdapat 21 aset milik Pemprov Jateng serta 1 aset milik BUMD, berupa 12 bangunan dan 7 bidang tanah.

Di samping itu ada juga 34 SMK yang memiliki catering/tata boga/kantin tipe A yang sudah bersertifikat BPOM. Sementara ada 7 satuan pendidikan yang masuk daftar usulan berpotensi sebagai tempat dapur SPPG.

“Kita berharap jalannya program MBG ini lebih masif lagi di Jawa Tengah,” tandas Taj Yasin.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Dhana Kencana
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto

Latest News Jawa Tengah

See More

Rahasia Nonton TV di Laptop Tanpa Kuota, 100 Persen Legal dan Anti-Lag!

28 Jun 2026, 07:00 WIBNews