Semarang, IDN Times - Sejumlah sapi yang dipelihara warga di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang Semarang dipantau ketat oleh petugas medis demi mengurangi risiko penularan penyakit mulut dan kuku (PMK). Meski demikian, hal itu bukan bukan perkara mudah untuk mengawasi sapi di lokasi pembuangan sampah tersebut.
Menurut Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, kawanan sapi yang ada di TPA Jatibarang selama ini dibiarkan hidup liar oleh warga lokal. Ia mendapat informasi bahwa banyak sapi yang mengonsumsi sampah dan hidup bergerombol di titik pembuangan sampah TPA Jatibarang.
"Soalnya di Jatibarang kan sapi-sapi milik warga tidak pernah dikandangkan. Jadinya sulit kalau kita mau memantau. Ya kalau selama tidak ada laporan yang sakit, ya sapinya dibiarkan dulu," ungkapnya Hernowo kepada IDN Times, Selasa (17/5/2022).
