Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyandang Difabel Rasakan Naik Bus Listrik Semarang Sambil Ngabuburit
Penyandang difabel rasakan pengalaman keliling kota naik bus listrik Trans Semarang, Kamis (5/3/2026). (IDN Times/Anggun P)
  • Bus listrik Trans Semarang diuji coba dengan melibatkan penyandang difabel untuk merasakan pengalaman mobilitas ramah lingkungan sambil ngabuburit selama Ramadan.
  • Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara INVI, Dinas Perhubungan, Trans Semarang, Roemah Difabel, dan komunitas Bis Mania guna mendorong transportasi publik yang inklusif.
  • Selain uji coba bus listrik, acara juga diisi pembagian 1.100 takjil ramah lingkungan serta diskusi tentang mobilitas berkelanjutan dan kesetaraan akses transportasi bagi semua warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Bus listrik Trans Semarang yang tengah melaksanakan uji coba operasional tidak sekadar menjajal rute dan kecepatan di jalanan Ibu Kota Jawa Tengah. Akan tetapi, juga memberikan aksesibilitas, kenyamanan, dan keberlanjutan kepada penumpang penyandang difabel di Kota Semarang. 

1. Penyandang difabel rasakan pengalaman naik bus listrik

Penyandang difabel rasakan pengalaman keliling kota naik bus listrik Trans Semarang, Kamis (5/3/2026). (IDN Times/Anggun P)

Hal itu dilakukan INVI sebagai APM bus listrik merk HIGER, yang pada bulan Ramadan mengajak belasan penyandang difabel merasakan pengalaman keliling kota sambil ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa, Kamis (5/3/2026).

Inisiatif berbasis komunitas ini mengusung dua pesan utama, “Mobilitas Untuk Semua” dan #SemarangBerbagiTanpaEmisi.

Melalui kolaborasi bersama Dinas Perhubungan Kota Semarang, Layanan Transportasi Kota Trans Semarang, Kelompok Masyarakat Roemah Difabel, serta komunitas Bis Mania Semarang, rangkaian kegiatan ini memadukan pengalaman menggunakan bus listrik HIGER, diskusi transportasi inklusif, hingga aksi sosial berbagi 1.100 takjil kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan ngabuburit menggunakan bus listrik merk HIGER dalam program uji coba EV Trans Semarang yang melibatkan komunitas difabel, Bis Mania Semarang dan pegiat transportasi.

2. Mengakomodir kebutuhan transportasi masyarakat difabel

Penyandang difabel rasakan pengalaman keliling kota naik bus listrik Trans Semarang, Kamis (5/3/2026). (IDN Times/Anggun P)

Pengalaman menggunakan bus listrik HIGER yang lebih senyap dan nyaman menjadi simbol perubahan arah transportasi publik menuju sistem rendah emisi. Namun, lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka tentang pentingnya aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.

Bagi komunitas Roemah Difabel, momen ini bukan sekadar mencoba moda transportasi baru, tetapi merasakan bagaimana sistem mobilitas dapat terus berkembang menjadi lebih inklusif, setara dan dapat mengakomodir kebutuhan transportasi untuk masyarakat difabel.

“Bagi kami mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa transformasi menuju transportasi rendah emisi juga berjalan seiring dengan inklusivitas — karena kota yang maju adalah kota yang bisa diakses oleh semua warganya,” ujar Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo.

Sementara itu, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Semarang menyambut baik kolaborasi lintas komunitas dan sektor ini.

4. Dorong transportasi publik lebih inklusif

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melalui Trans Semarang melakukan uji coba operasional bus listrik HIGER milik produsen bus INVI, Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

“Kami mendukung setiap inisiatif yang mendorong transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan inklusif. Kolaborasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa mobilitas kota adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya pemerintah atau operator semata,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan.

Selain aktivitas komunitas, INVI bersama para mitra membagikan total 1.100 paket takjil selama Ramadan. Kegiatan pada 4, 13, dan 20 Maret dilakukan berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang dan Trans Semarang di sejumlah titik mobilitas publik. Sementara pada 5 Maret, pembagian takjil digelar bersama Roemah Difabel dan komunitas Bis Mania Semarang dalam rangkaian ngabuburit bersama bus listrik HIGER.

Seluruh takjil dikemas menggunakan kemasan ramah lingkungan sebagai bagian dari kampanye #MobilitasUntukSemua & #SemarangBerbagiTanpaEmisi, yang menggabungkan kepedulian sosial dan kesadaran lingkungan dalam satu gerakan.

5. Perkuat kesadaran tentang masa depan transportasi

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melalui Trans Semarang melakukan uji coba operasional bus listrik HIGER milik produsen bus INVI, Jumat (13/2/2026). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Roemah Difabel yang dihadiri komunitas, operator transportasi, serta regulator daerah.

Acara ini juga diisi dengan sharing session mengenai sustainable mobility, diskusi ringan tentang transportasi inklusif, serta aktivitas interaktif komunitas. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa membangun sistem transportasi kota yang lebih bersih dan setara membutuhkan keterlibatan bersama.

Melalui pendekatan human centric dan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa masa depan transportasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang dampaknya bagi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Editorial Team