Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Peringatan BMKG Waspada Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat di Pantura!

ilustrasi hujan lebat (IDN Times/Muhammad Nasir)
ilustrasi hujan lebat (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya sih...
  • BMKG mengimbau masyarakat Pantura waspada cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung selama tiga hari ke depan.
  • Pantura Timur seperti Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan perlu kewaspadaan khusus karena potensi hujan lebat dan angin kencang.
  • Masyarakat diminta hindari tempat berbahaya saat hujan deras dan tetap tenang serta memperbarui informasi dari sumber terpercaya seperti BMKG.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Semarang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan potensi terjadinya cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan di wilayah Pantura.

Prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa mengatakan cuaca ekstrem berdampak yakni terjadinya hujan lebat, angin kencang, hingga puting beliung, terutama di daerah pesisir. "Potensi hujan sedang hingga lebat ini hampir menyeluruh di wilayah Jateng untuk seminggu ke depan ataupun tiga hari ke depan," katanya.

Menurut dia, daerah yang memerlukan perhatian khusus adalah Pantura Timur, seperti Demak, Jepara, Pati, Kudus, Rembang, dan Grobogan. Potensi hujan lebat di wilayah tersebut masih akan berlangsung selama tiga hari ke depan, bahkan masuk dalam cuaca ekstrem.

"Pantura Timur itu wilayah Demak, Pati, Kudus, Jepara, kemungkinan sampai tiga hari ke depan (berpotensi cuaca ekstrem, red.). (Curah hujan) sedang hingga lebat sampai ekstrem," katanya.

Ia menjelaskan bahwa dua hari lalu di Jepara, Kudus, dan Demak hujannya termasuk ekstrem di atas 100 milimeter per hari. Selain hujan lebat, kata dia, masyarakat pesisir Pantura Timur juga diminta untuk mewaspadai angin kencang. “Di wilayah pesisir dekat laut itu berpotensi puting beliung atau angin kencang,” katanya.

Seiring dengan itu, masyarakat diminta menghindari tempat berbahaya saat hujan deras, seperti baliho, tiang listrik, pohon besar dan lain sebagainya karena berpotensi roboh.

Dengan hujan deras yang terus terjadi sejak 9 Januari 2025 lalu, potensi banjir masih mengintai wilayah Pantura Timur.

Jateng memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2026 sehingga hujan lebat masih berpotensi sering terjadi di seluruh daerah di Jateng.

Penyebab curah hujan tinggi, kata dia, antara lain karena pusat tekanan rendah di perairan selatan Nusa Tenggara hingga Bali, pertemuan angin (konvergensi), serta kelembaban udara yang tinggi.

"Masih ada potensi banjir karena di situ hujan lebatnya sudah dari dua hari, dari tanggal 9 (Januari 2025) itu sudah hujan lebat. Kemungkinan sampai tiga hari ke depan masih ada potensi hujan deras di wilayah Pantura Timur," katanya.

Meski demikian, Oktarisa mengharapkan masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan selalu memperbarui informasi dari sumber terpercaya, seperti BMKG.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

PLN IP Ungkap Keselamatan Pekerja PLTGU Tambaklorok Prioritas Utama

13 Jan 2026, 09:38 WIBNews