Respons Warga yang Datang ke Rumah Jokowi Dikira Settingan dan Dibayar

- Warga datang ke rumah Jokowi merespons pesan di Whatsapp (WA) grup soal tudingan pengerahan masyarakat dengan cara dibayar untuk berkunjung
- Jokowi tidak berada di Solo, namun sejumlah warga tetap berdatangan dan mengaku tidak percaya adanya warga settingan dan bayaran untuk datang ke rumah Jokowi
- Jokowi juga merespons adanya antusiasme warga yang datang ke rumahnya pascapurna tugas, ia mengaku hanya melayani semua yang bertamu ke rumahnya
Surakarta, IDN Times - Sejumlah warga yang datang ke rumah Jokowi merespons adanya pesan di Whatsapp (WA) grup soal tudingan adanya pengerahan masyarakat dengan cara dibayar untuk berkunjung ke rumah Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
1. Tidak ada Jokowi, rumah masih didatangi warga

Dari pantauan IDN Times di kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Sumber, Banjarsari, Solo pada Senin (3/2/2025) terlihat pagar rumah Jokowi tertutup. Pada saat ini Jokowi tidak sedang berada di Solo, berdasarkan informasi Jokowi sedang melakukan perjalanan ke luar negeri yakni ke Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Meski tidak sedang di rumah, terlihat sejumlah warga tetap berdatangan. Mereka pun juga sempat diberitahu oleh pertugas setempat jika Jokowi tidak ada di rumah. Namun, untuk mengobati kekecewaan mereka menyempatkan diri untuk berfoto di depan rumah Jokowi.
Salah satu warga asal Papua Selatan, Tangke mangaku sengaja datang ke rumah Jokowi karena bersamaan sedang menghadiri acara di Solo. Disinggung soal adanya warga settingan yang datang, ia mengaku tidak percaya dan tidak tahu.
“Saya datang untuk karena Jokowi pernah memimpin kita, dan orangnya baik kalau ada yang lain kita gak tahu itu kan relatif semua,” ujarnya kepada IDN Times.
2. Warga gak percaya isu di WA

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Angel yang datang jauh-jauh dari Salatiga dengan mengendarai motor. Ia mengaku sengaja datang ke rumah Jokowi untuk bersilaturahmi. Ia mengaku tidak kecewa meski tidak bisa berfoto langsung dengan Jokowi. Kendati demikian, ia senang bisa datang dan melihat rumah Jokowi secara langsung.
Ia juga tidak mempercayai adanya kabar yang beredar terkait adanya warga settingan dan bayaran untuk datang ke rumah Jokowi.
“Enggak lah (tidak percaya), Bapak itu kan modelnya nggak begitu. Bapak itu kan piyantune (orangnya) apa adanya, tulus, gak dibuat-buat, jadi mana yang baik pasti kelihata mana yang jahat pasti kelihatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Angel mengaku jika kepemimpinan Jokowi sudah terbukti mau dikataian apa pun gak berkomentar.
“Kan Bapak sudah terbukti, mau dikatain apa pun gak komentar yang penting kerja,” imbuhnya.
3. Jokowi terbuka untuk semua tamu

Sebelumnya, Jokowi juga merespons adanya antusiasme warga yang datang ke rumahnya pascapurna tugas. Ia mengaku hanya melayani semu yang bertamu ke rumahnya, mulai pagi hari hingga malam hari.
“Ya semua yang saya bisa layani saya layani, semampunya saya,” ujarnya.
“Masyarakat datang saya terima, sebaik-baiknya. Kalau gak ada ya saya tutup, gak diterima juga gak baik,” imbuhnya.
Seperti diketahui, beredar pesan di aplikasi WA grup, di mana persan tersebut memuat info dari FX Hadi Rudyatmo yang notabene merupakan Ketua DPC PDIP Kota Solo. Dalam pesan tersebut dikatakan jika warga yang datang ke rumah Jokowi digaji bulanan. Bahkan mereka yang berhasil mendatangkan warga minimal 20 orang akan ditambah Rp 5 juta rupiah.
Dalam pesan tersebut juga menyebutkan jika dana yang dikeluarkan dari David (sekretaris pribadi Jokowi) dan Kapolda Jawa Tengah.
“Info dari FX Rudy Solo,“Ijin informasi untuk Wartawan nasional yg yunior menjadi PR nya Mulyono untuk mengarahkan masyarakat berkunjung ke rmh Mulyono digaji bulanan. Ditambah 5 jt kalau bisa mengarahkan minimal 20 orang krmh Mulyono. Dana dari David dan Kapolda Jateng”,” demikian tulis pesan yang beredar di Whatsapp grup tersebut.



















