Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Riwayat Gombel Lama: Tanah Endapan Lumpur, Sering Ambles Saban Tahun
Sejumlah pemotor dan mobil melewati turunan Jalan Gombel Lama. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Sejumlah warga menaruh harapan besar terhadap proses perbaikan Jalan Gombel Lama di Kelurahan Tinjomoyo. Berdasarkan penuturan beberapa warga, kontur tanah Gombel Lama cenderung labil lantaran berasal dari endapan lumpur. 

"Kalau sudah diaspal, paling sekitar satu tahun tanahnya pasti ambles lagi. Akhirnya harus ditambal terus," ujar Ketua RT 06 RW 05 Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Tugimin kepada wartawan, Minggu (19/4/2026). 

Tugimin merupakan warga yang telah bermukim di Kampung Gombel Lama semenjak 50 tahun terakhir. Sebab itu, ia tergolong orang yang amat paham dengan kondisi jalan raya Gombel Lama.

Menurutnya, setiap kali jalan diperbaiki, hasilnya tidak bertahan lama. Kondisi jalan yang bergelombang membuat Gombel Lama mudah rusak meskipun sudah berkali-kali diperbaiki.

"Jalan ini untuk kepentingan warga, supaya aksesnya bagus, tidak seperti sekarang. Ini bergelombang, dan setiap diperbaiki pasti rusak lagi," ungkap Tugimin. 

Setelah diaspal, kondisi jalan kembali mengalami penurunan akibat tanah yang ambles.

Kendati begitu, menariknya Tugimin berani memastikan bahwa Jalan Gombel Lama yang sering rusak bukan disebabkan kendaraan berat yang rutin melintas. Melainkan karena kontur Jalan Gombel Lama yang terbuat dari tanah labil. 

Ia juga menyebut Gombel Lama berasal dari lumpur yang gampang bergerak apabila terkena guyuran hujan. 

"Kemungkinan bukan karena kendaraan berat, karena tanah di sini seperti lumpur. 

Setiap tahun pasti bergerak, apalagi saat hujan deras sering terjadi longsor," katanya.

Ssbagai contoh, walau Gombel Lama bukan wilayah langganan banjir, katanya selama ini terdapat pergerakan tanah yang terus menggerus kekuatan jalan, bahkan setelah dilakukan perbaikan.

"Kalau hujan deras pasti ada longsor. Jalan yang sudah diperbaiki pun turun lagi, rusak lagi," urainya. 

Tak hanya itunsaja, kondisi tanah yang terus bergerak juga menyebabkan rumah warga mengalami keretakan.

Tugimin mengaku rutin melakukan perbaikan pada rumahnya untuk mencegah kerusakan yang lebih parah serta mengantisipasi risiko bagi dirinya dan keluarga.

"Alhamdulillah, sekarang rumah saya sudah tidak ada retak-retak," akunya.

Ia pun menaruh harapan pada perbaikan jalan Gombel Lama oleh BPJN. Mengingat status jalan itu merupakan akses nasional sehingga diharapkan penanganannya lebih serius dan menyeluruh.

"Mungkin pemerintah pusat melihat kondisi ini dan ingin memperbaikinya agar benar-benar teratasi. Harapannya tahun ini bisa bagus, untuk warga, UMKM, dan semua pelaku usaha di Gombel Lama," pungkasnya.

Editorial Team