RSI Sultan Agung Semarang Minta Arahan BNPB Bentuk Tim Siaga Banjir

- Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang membentuk tim siaga penanggulangan banjir bernama Sultan Agung Disaster Water Emergency (Sadewa) Force.
- Tim Sadewa terdiri dari relawan gabungan untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir saat musim penghujan.
- Tim Sadewa akan diresmikan dalam waktu dekat dan fokus pada layanan kebencanaan, serta akan menentukan level bencana banjir.
Semarang, IDN Times - Pengelola Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Polairud guna membentuk tim siaga penanggulangan banjir.
Tim yang dinamakan Sultan Agung Disaster Water Emergency (Sadewa) Force tersebut nantinya berisi para relawan gabungan dari segala unsur untuk membantu meningkatkan kewaspadaan bencana banjir saat musim penghujan.
1. Wartawan diajak beri pelatihan kebencanaan

Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, M.Si,Med, Sp.B mengungkapkan pembentukan tim siaga banjir Sadewa akan diresmikan dalam waktu dekat.
"Bulan ini akan kita launching lengkap dengan pimpinan dan langsung ada pelatihan. Wartawan bisa mengisi pelatihan kebencanaan," tutur Agus.
2. Fokus layanan kebencanaan

Pihaknya mengharapkan keberadaan tim Sadewa bisa menjadi pelecut semangat untuk memberikan pelayanan prima mengenai kebencanaan.
"Sultan Agung Disaster Water Emergency nantinya berfokus pada layanan kebencanaan. Maka kita rekrut orang-orang berpengalaman yang punya keahlian penanganan bencana di air. Sehingga mereka bisa membentuk leveling kewaspadaan selama 24 jam. Jadi arahannya nanti memberi pertolongan kepada masyarakat terutama pasien saat banjir agar pelayanan kita tetap jalan," ujar Agus, Jumat (14/2/2025).
3. RSI Sultan Agung komunikasi dengan BNPB

Pihaknya menyampaikan kerja-kerja para personel Sadewa akan ditentukan level bencana banjir. Seperti kedaruratan dengan level merah, siaga dengan level kuning dan level aman ditandai dengan simbol hijau.
Dalam pengoperasiannya, pihaknya punya ide untuk membangun halte halte penjemputan pasien yang terjebak banjir di jalan Kaligawe memakai perahu karet. Dalam hal ini pihaknya meminta arahan dari BNPB dan tim Polairud Polda Jateng.
"Nantinya Sadewa Tasforce jadi leading sector untuk penanggulangan bencana di air. Tim ini sudah jalan pas banjir kemarin. Tetapi memang sementara kita fokuskan dulu pada kesiapsiagaan merawat aset ruma sakit dan pasien terlebih dahulu. Ke depan akan dilaunching bagi masyarakat yang ingin belajar kebencanaan di air. Tim Sadewa nanti jadi alat mempermudahkan penanganan para pasien," tegasnya.
4. BOR RSI sempat drop karena Kaligawe banjir

Pembentukan tim Sadewa menjadi suatu yang urgent karena dari pengalaman banjir bandang belum lama ini, gedung D RSI Sultan Agung sempat terendam banjir saat jam 01.00 dini hari. Alhasil sejumlah pasien rawat jalan telat datang ke RSI.
Dampak lainnya, katanya bed ocupancy rate (BOR) RSI Sultan Agung menurun. Namun ia memastikan bahwa semua pasien masih tertangani dengan baik selama banjir merendam akses Jalan Raya Kaligawe.
"Kami suda komunikasi dengan pihak yayasan (Badan Wakaf) saat pembangunan fakultas selesai kami akan meninggikan bangunan rumah sakit ini. Dan menguruk tempat tempat yang masih rendah bangunannya," paparnya.



















