Semarang, IDN Times - Di penghujung bulan Juni 2026, suasana Sekolah Rakyat di Jalan Brigjen Sudiarto Kecamatan Pedurungan Semarang, tampak lengang.
Kelas-kelas kosong melompong. Kamar-kamar asrama pun sepi ditinggal penghuninya.
Setelah sembilan bulan lamanya mengenyam pendidikan setingkat SD dan SMA, mayoritas siswa-siswi Sekolah Rakyat di lokasi tersebut memang sedang menikmati masa liburan sekolah dengan kembali ke rumah masing-masing.
Namun dari sekian banyak siswa-siswi yang menikmati liburan ke rumah, masih ada tiga siswa yang memilih bertahan di asrama Sekolah Rakyat.
Berdasarkan pengakuan pengelola Sekolah Rakyat Semarang, tiga siswa itu memutuskan tinggal di asrama saat libur panjang lantaran terkendala tempat tinggal.
"Jadi rata-rata siswa di sini sudah pulang ke rumah masing-masing. Tapi ada juga siswa memilih menetap di asrama karena mengalami keterbatasan tempat tinggal," kata Aris Nur, seorang guru di Sekolah Rakyat Semarang saat ditemui IDN Times, Selasa (30/7/2026).
