Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Semarang Masuk 10 Besar Kota dengan Indeks SPBE Tertinggi

Semarang Masuk 10 Besar Kota dengan Indeks SPBE Tertinggi
Ilustrasi orang sedang bekerja (freepik.com/tirachardz)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masuk 10 besar dalam indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi. Salah satu indikator keberhasilan itu karena didorong oleh penerapan layanan digital di setiap instansi pemerintah. 

1. Sabet Digital Government Award SPBE Summit 2024

google.com
google.com

Pemkot Semarang menyabet Digital Government Award SPBE Summit 2024. Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan SPBE Summit 2024 dan peluncuran Government Technology (GovTech) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/5/2024).

Kegiatan itu diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) untuk mendorong perkembangan layanan digital di setiap instansi pemerintah. Indikator inilah yang membuat Kota Semarang bisa masuk sebagai kota dengan indeks SPBE terbaik pada kategori kota.

"Digital Government Award SPBE Summit 2024 kali ini ada 10 besar kota yang masuk dalam indeks SPBE tertinggi, salah satunya kota Semarang," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang, Soenarto, Selasa (28/5/2024).

Tak hanya tingkat pemerintah kota, ada pula lima kategori lainnya yakni kategori Kementerian, Lembaga, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan IPPD dengan Indeks SPBE Meningkat Signifikan.

2. Masuk 10 besar dalam kategori kota

ilustrasi menghentikan layanan NSP Telkomsel (unsplash.com/Firmbee.com)
ilustrasi menghentikan layanan NSP Telkomsel (unsplash.com/Firmbee.com)

Soenarto menjelaskan, untuk kategori kota, Semarang masuk dalam 10 besar, sedangkan untuk yang tertinggi masih dipegang oleh Kota Surabaya. Menurutnya, ada beberapa indikator penilaian dalam Digital Government Award SPBE Summit 2024.

Mulai dari layanan publik berbasis elektronik, layanan administrasi pemerintah berbasis elektronik, audit TIK, penerapan manajemen SPBE, penyelenggara SPBE, teknologi informasi dan komunikasi, perencanaan strategi SPBE, serta kebijakan internal terkait tata kelola SPBE.

"Penilaiannya dilihat dari seberapa penerapan sistem pemerintah berbasis elektronik mulai dari penguatan sistem informasi, kapabilitas SDM dan beberapa indikator lain. Itu kemudian dinilai dari tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi," jelasnya.

Adapun, program-program Pemkot Semarang yang mendukung penerapan SPBE antara lain mengaplikasikan sistem berbasis digitalisasi dan terintegrasi. Sehingga, setiap layanan kepada masyarakat bisa diakses lewat sistem digital.

3. Pelayanan di Semarang sudah berbasis elektronik

ilustrasi seseorang memegang perangkat elektronik (freepik.com/pikisuperstar)
ilustrasi seseorang memegang perangkat elektronik (freepik.com/pikisuperstar)

‘’Meski belum menjadi yang pertama, tapi Pemkot Semarang telah berhasil menjadi 10 besar kota dengan Indeks SPBE tertinggi di antara 98 Kota di Indonesia. Prinsip indikator tidak melulu ada pada Diskominfo, namun secara menyeluruh pelayanan di Kota Semarang sudah berbasis elektronik, termasuk Layanan Call Center 112, Sapa Mbak Ita," tuturnya.

Disamping itu, indikator lain seperti tingkat kepatuhan dan implementasi aplikasi pusat yang diluncurkan ke daerah. Seperti aplikasi Srikandi untuk surat menyurat, serta SIPD untuk program keuangan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya berupaya menerapkan digitalisasi dan menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik di setiap lini.

"Kita sudah memenuhi standar pelayanan publik. Bahkan, Kota Semarang masuk dalam 10 besar kota dengan indeks SPBE tertinggi. Sebelumnya tidak masuk, sehingga dengan masuknya Semarang membuat kami dipanggil ke Istana Negara," ujarnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Guru Honorer Dihapus, Disdik Usul Penerimaan Guru ASN di Semarang

28 Mei 2026, 21:18 WIBNews