Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pria di Semarang Todongkan Pistol di Warung Bakso, Ngaku Kenal Paspampres

Pria di Semarang Todongkan Pistol di Warung Bakso, Ngaku Kenal Paspampres
Pria yang bikin geger warung bakso Jalan Watu Kaji Gedawang Banyumanik ditangkap tim Libas Polsek Banyumanik. (IDN Times/bt)

Semarang, IDN Times - Seorang pria bernama Slamet Priyanto membuat suasana warung bakso Jalan Watu Kaji Gedawang Banyumanik mendadak gempar. Pasalnya, Slamet nekat menodongkan pistol miliknya kepada sejumlah pembeli di warung bakso tersebut. 

Informasi yang diperoleh IDN Times menyebutkan kejadian tersebut berawal saat warung bakso sedang melayani pembeli seperti biasanya, Kamis (16/4/2026) malam. 

Semula Slamet menyambangi konter pulsa yang tak jauh dari warung bakso. Lalu tak lama kemudian pria tersebut menyeberang jalan dan mendatangi warung bakso untuk memesan dua porsi. 

“Setelah selesai makan, bilangnya mau ke minimarket ambil uang. Tapi ditunggu ndak kembali,” kata Dedi, seorang penjual bakso tersebut. 

Belakangan Dedi mendapat kabar kalau pria tersebut justru terlibat cekcok dengan kasir minimarket. Saat cekcok, yang bersangkutan mengaku kenal dengan paspampres, walikota dan bos minimarket. 

“Dia marah-marah, ngaku kenal orang penting, mengaku kenal paspampres, bahkan bilang kenal wali kota dan pemilik pusat minimarket,” akunya. 

Tak hanya itu, pria tersebut juga sempat melontarkan ancaman akan meledakkan minimarket jika permintaannya tidak digubris. 

“Dia bilang mau ngebom toko kalau tidak dilayani cepat,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo berkata, kejadian di Jalan Watu Kaji Raya Gedawang bukan perampasan, melainkan baru sebatas rencana pemerasan. "Bukan perampasan, tapi baru mau rencana pemerasan,” sambungnya. 

Dalam penelusuran yang dilakukan personelnya, pria yang bikin geger di Jalan Watu Kaji itu bernama Slamet Riyanto, yang berusia 49 tahun beralamat rumah di  Tegalsari, Candisari, Kota Semarang. 

Jajarannya sempat mengamankan Slamet. Saat diinterogasi, Slamet mengakui perbuatannya yang mengancam di warung bakso dan minimarket. 

Namun saat dimintai keterangan, Slamet mengaku hanya ingin membeli pistol mainan untuk anaknya. "Cuma gertakan biar cepat dilayani," tuturnya. 

Sementara ini, katanya ada dugaan Slamet mengalami gangguan kejiwaan. Saat ini Slamet sudah diantarkan pulang ke rumah keluarganya. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Respons Krisis Ekologi, Kemenag Semarang Siapkan Fasilitator Hijau

17 Apr 2026, 19:45 WIBNews