Single Billing di Tanjung Emas Pangkas Biaya dan Ubah Iklim Usaha

- Sistem single billing di Pelabuhan Tanjung Emas diapresiasi INSA karena mampu memangkas birokrasi, menekan biaya tak terduga, dan menyederhanakan rekonsiliasi keuangan bagi perusahaan pelayaran.
- Penerapan single billing terbukti mempercepat operasional dan menciptakan iklim usaha yang lebih efisien, dengan dukungan lintas lembaga seperti KSOP, Pelindo, Navigasi, serta Balai Karantina Kesehatan.
- Data menunjukkan peningkatan transaksi signifikan dari 1 menjadi 905 dalam lima bulan setelah penerapan penuh single billing untuk layanan labuh, VTS, dan kekarantinaan kesehatan.
Semarang, IDN Times - Sejumlah perusahaan jasa pelayaran niaga yang tergabung dalam organisasi Indonesian National Shipowners Association (INSA) menyarankan kepada otoritas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk mempermudah pelayanan birokrasi. Sebab, pihak pelabuhan saat ini telah menggunakan sistem single billing.
Ketua DPC INSA Semarang, Hari Ratmoko menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran KSOP Kelas I Tanjung Emas atas komitmen pengawalan digitalisasi layanan kepelabuhanan.
"Sistem ini terbukti memangkas birokrasi, mengeliminasi biaya-biaya tak terduga dan menyederhanakan proses rekonsiliasi keuangan bagi perusahaan pelayaran," ujarnya kepada IDN Times, Jumat (26/7/2026).
Pihaknya belakangan merasakan dampak positif dari penyatuan PNBP ke dalam satu ID Billing lewat Single Submission (SSm) Pengangkut.
Oleh sebab itulah, pihaknya meminta KSOP terus mengawal kepastian tarif agar tidak ada celah pengenaan biaya ganda atau biaya jasa tambahan non-prosedural di luar komponen resmi yang masuk dalam sistem single billing.
Ketua Indonesia Shipping Agencies Association (ISAA), Delly Setiyono mengaku adanya penerapan single billing di Pelabuhan Tanjung Emas cukup membantu mempercepat kerja operasional.
Yang paling ia rasakan ialah tercipta iklim usaha yg lebih efektif dan efisien. Meski awalnya meragukan efektivitas single billing, namun pihaknya kemudian melihat adanya imbas yang bagus saat diberlakukan di kawasan pelabuhan.
"Single billing ini pada awalnya kami ragu apakah bisa terwujud karena lintas kementerian, Alhamdulillah ternyata sukses. Kami berterima kasih kepada Stranas PK, KSOP, Pelindo, Navigasi serta Balai Karantina Kesehatan, dan semua yang mensupport," tuturnya.
Aditya, Tenaga Ahli Stranas PK saat memantau penerapan single billing di Pelabuhan Tanjung Emas, menyampaikan dengan penggunaan single billing memangkas proses pembayaran menjadi satu nota tagihan untuk jasa labuh, jasa VTS dan jasa kekarantinaan kesehatan.
"Berdasarkan analisa dan perkiraan bisa menghemat biaya administrasi setiap transaksi pembayaran yang sebelumnya dilakukan di masing-masing kementerian," urainya.
Dengan penerapan single billing di Pelabuhan Tanjung Emas, katanya berdasarkan data terjadi peningkatan signifikan dari yang awalnya hanya 1 transaksi pada bulan Januari meningkat menjadi 905 transaksi sampai dengan bulan Mei 2026.
Untuk pelayanan penuh single billing pengangkut yang dituangkan dalam Pemberitahuan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Nomor PG.KSOP.TG.EMAS.2.Tahun 2026 tanggal 29 Januari 2026 tentang Penerapan Pelayanan Secara Penuh Single Billing Layanan Single Submission.


















