KRI Banda Aceh Angkut 1.447 Pemudik, 800 Orang Turun di Tanjung Emas

Semarang, IDN Times - Sebanyak 1.447 perantau di Jakarta memilih pulang kampung alias mudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur menggunakan KRI Banda Aceh.
Kapal perang yang dioperasikan TNI AL tersebut bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta kemarin. Kemudian tiba di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hari ini, Rabu (18/3/2026).
Bersandarnya KRI Banda Aceh di dermaga Nusantara 01 Pelabuhan Tanjung Emas disambut antusias para pemudik yang ada di dalamnya.
Kartika, seorang pemudik terharu setibanya di Pelabuhan Tanjung Emas. Walaupun cuaca buruk kadang mendera perairan utara, namun ia mengaku perjalanan mudiknya naik kapal perang tergolong lancar.
"Lancar perjalanannya. Sekeluarga yang ikut mudik ada lima orang," ujar Kartika.
Kartika dan keluarganya tampak antusias mudik naik KRI Banda Aceh. Ini pengalamannya baru buatnya.
Kapal perang yang tadinya dianggap seram bahkan agak aneh bila dipakai mudik, nyatanya selama perjalanan Kartika bersama suami anaknya justru betah.
Suasana di dalam dek KRI Banda Aceh juga bikin nyaman. Baik untuk sekedar tidur, istirahat. Maupun ketika menyantap makanan berbuka dan sahur.
"Selama perjalanan, saya dapat makan untuk sahur, buka juga dapat (makanan)," ujar Kartika.
Kartika berkesempatan menjajal mudik naik KRI Banda Aceh setelah iseng-iseng daftar online.
Lantaran tempatnya nyaman untuk mudik, Kartika pun menaruh harapan kepada TNI AL untuk mengadakan mudik gratis lagi naik kapal perang.
"Semoga tahu depan bisa ikut lagi. Semoga TNI AL lebih jaya," tuturya.
Danlanal Semarang Kolonel (Mar) Sabprowanto mengatakan pemudik yang terakomodir naik KRI Banda Aceh terbagi dua. Antara lain pemudik yang bawa sepeda motor. Dan sisanya pemudik yang tidak bawa motor.
"Kalau yang tidak bawa motor, mereka dijemput pakai bus diantar ke alamat masing-masing," akunya.
Dari data yang dihimpun, jumlah pemudik yang dibawa KRI Banda Aceh sebanyak 1.447 pemudik. Angka ini sama persis dengan tahun perayaan Idulfitri yakni 1447 Hijriyah.
Dari total 1.447 penumpang, yang turun ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang lebih dari 800 orang. Pemudik rata rata berasal dari Semarang, Salatiga, Kaliwungu, Demak.
"Yang paling jauh dari Solo," Sekda Kota Semarang Budi Prakosa.
Ia bersyukur kerjasama antar instansi forkopimda berjalan kompak. Sehingga bisa memunculkan fasilitas mudik gratis yang kian gampang, aman dan nyaman.
"Sehingga semoga pelayanan memberikan kemudahan bagi penumpang. Ini dari dermaga akan diantar menggunakan bus. Untuk motor dikirim ke masing-masing lokasi," ujarnya.
Untuk momen arus balik, TNI AL juga akan memulangkan pemudik ke kota rantauannya. Jadwal keberangkatan tanggal 25 Maret.


















