Semarang, IDN Times - Nasib nahas dialami seorang siswa kelas II SDN Bergas Lor Ungaran berinisial AF saat mengikuti tour wisata ke Museum Ronggowarsito Semarang.
Siswa tersebut kedapatan tertimpa patung tatkala sedang bermain di halaman belakang Museum Ronggowarsito hari Senin kemarin. Kejadian tersebut diketahui rombongan orang tua yang mendampingi para siswa.
Kepala Museum Ronggowarsito, Agung Nugroho membenarkan ihwal kejadian patung yang menimpa siswa tersebut.
Semula AF bersama sang nenek mengikuti kegiatan tour wisata dengan naik bus tumpuk Denok Kenang. Entah kenapa, sebelum naik bus tumpuk, AF memilih berlari ke halaman belakang museum untuk bermain di sekitar taman tepatnya dekat patung petani berwana hitam.
"Anak tersebut memang lagi ikut bus wisata Denok Kenang, sebelum perjalanan perjalanan, anak itu melihat patung di ujung halaman belakang museum. Terus naik-naik di sana, manjat, gandulan disitu. Tiba-tiba dia terjatuh bersama patungnya. Dan menimpa si anak tersebut. Itu patung petani hiasan taman," kata Agung ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/6/2026).
Lebih lanjut lagi, ketika melihat AF tertimpa patung, beberapa pegawai Museum Ronggowarsito bergegas menolong. Di lokasi kejadian, nenek korban sudah berusaha menggotong tubuh korban.
Posisi korban sempat dipangku sang nenek dalam kondisi sadar. Bahkan, korban masih bisa diajak berkomunikasi.
"Dalam kondisi sadar, dia bisa komunikasi. Terus sama teman-teman kantor (museum) diantar ke RS Colombia sekalian didaftarkan untuk diperiksa sampai dapat perawatan. Karena sudah dapat perawatan, teman-teman lalu kembali ke kantor," ungkapnya.
Kendati begitu, keesokan harinya dirinya mendapat informasi yang mengagetkan. AF diketahui meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Colombia Asia Jalan Siliwangi.
"Besok paginya dapat informasi anaknya meninggal. Dia meninggal di rumah sakit. Pada saat kejadian berdasarkan informasi memang kelihatan ada luka di pelipis karena terjatuh," ujarnya.
Pasca kejadian, pihaknya memeriksa seluruh patung koleksi Museum Ronggowarsito untuk mengantisipasi peristiwa serupa.
Untuk patung taman di halaman belakang museum, setahunya tidak pernah diperbaiki, kondisinya tidak keropos karena sudah bertahun-tahun dipasang di lokasi tersebut.
"Hanya mungkin karena digelantungi maka tidak seimbang, posisi persisnya kami tidak tahu," akunya.
Pihaknya kini telah memindahkan patung-patung yang dianggap rawan roboh. Sejumlah patung ukuran besar juga diperiksa ulang untuk mengetahui kelayakan kondisinya.
"Kami juga evaluasi kondisi patung yang jadi aset museum dan tempat yang lain," katanya.
