Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Solo Documentary Festival 2026 Segera Digelar, Cek Jadwal, Lokasi
Sudut jalan di koridor Ngarsopuro, Kota Solo. (surakarta.go.id)
  • Komunitas Solo Documentary akan menggelar Solo Documentary Film Festival 2026, festival non-komersial untuk pemutaran dan kompetisi film dokumenter pendek.

  • Program festival memakai nama kuliner khas Solo: Layar Liwet untuk pelajar, Layar Selat bagi mahasiswa dan sineas muda, serta program Layar Tengkleng dan Brambang Asem.

  • SODOC 2026 berlangsung 23–25 Oktober 2026 secara gratis di koridor ruang publik Surakarta, dari Pasar Gede hingga kawasan Ngarsopuro.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
23–25 Oktober 2026

Solo Documentary Film Festival (SODOC) 2026 akan digelar di koridor ruang publik Kota Surakarta, dari Pasar Gede hingga Ngarsopuro. Festival yang diselenggarakan Komunitas Solo Documentary ini menawarkan pemutaran dan kompetisi film dokumenter secara gratis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Solo Documentary Film Festival (SODOC) 2026 akan menayangkan dan mengompetisikan film dokumenter, terutama berdurasi pendek, melalui program kompetisi, eksibisi, dan diskusi.
  • Who?
    Komunitas Solo Documentary (Sodoc) menyelenggarakan festival ini, melibatkan pelajar, mahasiswa, sineas muda, pembuat film dokumenter, masyarakat, dan pengunjung.
  • Where?
    Koridor ruang publik Kota Surakarta, membentang dari area Pasar Gede hingga kawasan Ngarsopuro.
  • When?
    Festival dijadwalkan berlangsung pada 23–25 Oktober 2026.
  • Why?
    Festival digelar sebagai wadah apresiasi, distribusi, dan interaksi antara sineas, masyarakat, serta isu sosial-budaya yang diangkat melalui film dokumenter.
  • How?
    Pemutaran dilakukan di ruang terbuka secara gratis, dengan program Layar Liwet, Layar Selat, Layar Tengkleng, dan Layar Brambang Asem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Festival film dokumenter SODOC 2026 akan ada di Solo pada 23 sampai 25 Oktober. Komunitas Solo Documentary yang membuatnya. Film-film akan diputar gratis di ruang terbuka dari Pasar Gede sampai Ngarsopuro. Ada film dari pelajar dan anak muda. Nama acaranya memakai nama makanan Solo, seperti liwet dan tengkleng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
SODOC 2026 menghadirkan ruang budaya yang terbuka dengan mempertemukan film dokumenter, isu sosial, dan keseharian warga di koridor publik Surakarta. Keterlibatan pelajar hingga sineas muda, dipadukan dengan identitas kuliner lokal dalam tiap program, memberi festival ini nuansa akrab sekaligus memperluas apresiasi terhadap cerita-cerita dokumenter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surakarta, IDN Times - Kota Surakarta kembali bersiap menjadi pusat perhatian para pecinta sinema layar lebar. Komunitas Solo Documentary (Sodoc) resmi mengumumkan penyelenggaraan Solo Documentary Film Festival (SODOC) 2026 yang akan menyulap koridor ruang publik kota menjadi panggung apresiasi film dokumenter yang inklusif.

Bagi kamu pecinta film dan budaya lokal, simak ulasan lengkap mengenai agenda festival film dua tahunan ini!

1. Apa Itu Solo Documentary Film Festival (SODOC)?

ilustrasi dokumenter pasangan (pexels.com/ cottonbro studio)

Solo Documentary Film Festival (SODOC) merupakan festival film berkala yang dikhususkan untuk memutar dan mengompetisikan karya-karya bergenre dokumenter, khususnya film durasi pendek. Digagas oleh Komunitas Solo Documentary, ajang non-komersial ini hadir sebagai wadah apresiasi, distribusi, sekaligus ruang interaksi antara sineas, masyarakat umum, serta beragam isu sosial yang diangkat dalam film.

Bukan sekadar penayangan film, SODOC berupaya merekam dan mempertemukan gagasan serta realitas sosial-budaya masyarakat secara otentik lewat sudut pandang audio-visual.

2. Diikuti Nama Program Unik Berbasis Kuliner Khas Solo

ilustrasi nasi liwet (pixabay.com/Faixal)

Salah satu daya tarik utama dari gelaran festival ini terletak pada penamaan program pemutaran filmnya yang unik. Sebagai bentuk penguatan identitas lokal, SODOC mengadopsi nama-nama kuliner legendaris khas Solo untuk setiap kategori programnya:

Layar Liwet: Kategori kompetisi khusus untuk karya pembuat film tingkat pelajar.

Layar Selat: Kategori kompetisi bagi para mahasiswa dan sineas muda.

Layar Tengkleng: Program pemutaran karya dokumenter pilihan dengan tema-tema khusus.

Layar Brambang Asem: Program pemutaran eksibisi dan sesi diskusi interaktif.

3. Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Koridor Ngarsopuro. (IDN Times/Larasati Rey)

Didesain menyatu dengan ruang aktivitas harian warga, festival ini akan memanfaatkan kawasan ikonik di pusat Kota Solo agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat secara gratis.

Tanggal Pelaksanaan: 23–25 Oktober 2026

Lokasi: Koridor ruang publik Kota Surakarta, membentang dari area Pasar Gede hingga kawasan Ngarsopuro

Penyelenggara: Komunitas Solo Documentary (Sodoc)

Konsep pemutaran di ruang terbuka dari Pasar Gede hingga Ngarsopuro ini diharapkan memberikan pengalaman menonton yang berbeda, santai, dan seru bagi para pengunjung maupun wisatawan yang sedang menghabiskan akhir pekan di Kota Solo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article