Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stop Isi BBM Sampai Luber! Ini 5 Bahaya Fatal buat Mobilmu tapi Gak Disadari
Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • Kebiasaan memaksa mengisi bensin sampai meluap ke bibir tangki demi membulatkan nominal pembayaran adalah mitos sesat yang justru merusak mobil.

  • Cairan bensin yang berlebih dapat membanjiri dan merusak komponen mahal bernama charcoal canister, memicu tangki penyok, hingga merusak cat bodi.

  • Solusi paling aman dan ilmiah adalah mematuhi bunyi "klik" pada pistol otomatis (nozzle) SPBU sebagai tanda batas aman pemuaian uap bahan bakar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Lagi antre di SPBU, lalu saat angka di meteran menunjukkan Rp285.000, mendadak kamu bilang ke petugasnya: "Digenapin aja Mas, jadi tiga ratus ribu!" Terus pistol pengisi BBM ditarik sedikit demi sedikit sampai cairan bensinnya terlihat menggenang di bibir tangki. Hayo, ngaku siapa nih yang masih sering punya kebiasaan begini?

Banyak dari kita yang terjebak mitos bahwa mengisi tangki bahan bakar sampai tumpah-tumpah bakal bikin mobil lebih awet, jarang bolak-balik pom bensin, atau sekadar memuaskan visual karena angkanya pas bulat. Padahal, kebiasaan "receh" ini menyimpan marabahaya mekanis yang siap menguras isi tabunganmu. Yuk, bongkar lima alasan kenapa kamu wajib berhenti mencekoki tangki bensin mobilmu sampai luber!

1. Membunuh Charcoal Canister (Kerusakan Paling Mahal)

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Mobil modern saat ini sudah dilengkapi sistem kontrol emisi canggih berupa tabung arang yang disebut charcoal canister. Fungsi aslinya sangat mulia: menangkap uap bensin dari dalam tangki agar tidak terbuang mencemari udara bebas, lalu menyalurkannya kembali ke ruang mesin untuk dibakar menjadi tenaga.

Nah, ketika kamu memaksa mengisi bensin sampai meluap, yang masuk membanjiri tabung tersebut bukan lagi uap, melainkan cairan bensin murni. Akibatnya, karbon aktif di dalamnya akan langsung jenuh, rusak, dan hancur. Mengingat harga komponen ini tidaklah murah, niat hemat beberapa ribu rupiah di SPBU seketika berubah jadi tagihan servis yang bikin menangis.

2. Bikin Tangki Penyok Akibat "Gagal Napas"

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (dok. Pertamina Patra Niaga JBB)

Sama seperti ruang kabin, tangki bensin juga butuh sirkulasi udara. Setiap tangki dibekali lubang pernapasan (breather valve) yang bertugas mengatur sirkulasi uap sekaligus menyeimbangkan tekanan udara di dalamnya.

Begitu bensin diisi terlalu penuh hingga menutupi selongsong leher tangki, saluran napas ini akan tersumbat oleh cairan. Efek horornya, uap tidak bisa keluar dan udara luar tidak bisa masuk, menciptakan kevakuman ekstrem di dalam tangki. Saat pompa bensin (fuel pump) bekerja menyedot BBM ke mesin, tekanan negatif ini sanggup membuat tangki mobilmu mengempis atau penyok ke dalam seperti botol air mineral yang disedot habis!

3. Merusak Cat Bodi dan Bikin Karet Getas

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (dok. Pertamina)

Bahan bakar nonsubsidi sekelas Pertamax diformulasikan dengan senyawa kimia yang keras dan berbagai aditif pembersih ruang bakar. Senyawa aktif ini sangat ramah bagi mesin, tapi sangat mematikan bagi eksterior mobilmu.

Tetesan bensin yang meluap keluar lewat bibir tangki otomatis akan mengalir membasahi bodi mobil dan mengenai karet pelindung di sekitar leher tangki. Jika dibiarkan mengering di bawah sinar matahari tanpa segera dibilas air, lapisan cat mobilmu perlahan akan menguning, kusam, hingga mengelupas. Karet penutup tangki pun akan ikut melar, getas, dan kehilangan kemampuan menyegelnya.

4. Bom Waktu Kebakaran di Bawah Terik Matahari

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

Para insinyur otomotif sengaja mendesain kapasitas tangki dengan menyisakan sedikit ruang kosong di bagian atas. Ruang udara tersebut bukanlah "kerugian volume yang tidak terpakai", melainkan ruang muai yang dipersiapkan untuk menghadapi hukum fisika.

Indonesia adalah negara beriklim tropis. Saat mobilmu terjemur di bawah terik matahari siang, suhu di dalam tangki akan melonjak dan bensin otomatis memuai. Karena ruang sisa di atas sudah terlanjur kamu isi penuh dengan cairan, bensin yang mengembang tak punya pilihan lain selain merembes keluar menembus celah tutup tangki. Bayangkan jika uap rembesan ini tak sengaja tersambar oleh percikan api sekecil apa pun dari sistem kelistrikan atau knalpot kendaraan lain; mobilmu bisa berubah jadi obor berjalan.

5. Aturan Emas: Cukup Berhenti di Bunyi "Klik"

Ilustrasi pengisian BBM di SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)

Lantas, bagaimana cara mengukur batas aman kapasitas tangki tanpa perlu mengintip ke dalam lubangnya? Sangat gampang: percayakan sepenuhnya pada teknologi pistol pengisian otomatis (automatic nozzle) milik SPBU.

Saat petugas mengisikan BBM dan terdengar bunyi "klik" yang menghentikan tuas aliran secara otomatis, itulah garis finish mutlakmu. Sensor mekanis pada ujung nozzle tersebut mendeteksi bahwa bensin sudah menyentuh batas aman dan menyisakan porsi ruang uap yang pas. Tolaklah dengan sopan jika petugas menawarkan untuk menarik tuasnya lagi sedikit demi sedikit hanya demi membulatkan nominal struk kembalian.

Mengisi bensin sampai luber adalah salah satu contoh nyata di mana obsesi kita terhadap "angka yang rapi" justru membunuh kesehatan aset kita sendiri. Memberikan ruang napas yang lega bagi tangki bahan bakar adalah bentuk rasa sayang paling nyata pada kendaraanmu.

Nah, coba cek ingatanmu; pernah nggak sih kamu mendadak mencium bau bensin yang sangat menyengat masuk ke dalam kabin mobil tepat setelah pulang dari SPBU? Kalau iya, coba drop tipe dan tahun mobilmu di bawah, siapa tahu kita bisa deteksi bareng apakah tabung canister mobilmu sudah mulai kena gejala jenuh!

Editorial Team

Related Article