Pekalongan, IDN Times - Warga pesisir di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, tidak menyerah begitu saja pada genangan air laut. Mengingat banjir rob melanda wilayah itu lebih dari 10 tahun, masyarakat setempat berinisiatif membangun ketahanan wilayah secara mandiri.
Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan pada 2024, sekitar 90 persen wilayah Kelurahan Krapyak tergenang saat air laut pasang tinggi. Kedalaman genangan mencapai 30 hingga 80 sentimeter dan terjadi hampir setiap hari. Kondisi itu merusak infrastruktur, menurunkan nilai properti, serta mengganggu kesehatan masyarakat.
Peneliti yang juga Mahasiswa Magister Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Santi Inderawati menjelaskan, proses adaptasi masyarakat terhadap bencana berjalan dinamis. Melalui riset lapangan pada Agustus hingga September 2025, Santi memaparkan cara warga bertahan.
"Masyarakat Krapyak mengembangkan tiga strategi adaptasi secara mandiri," ungkap Santi merujuk pada temuan risetnya berjudul Strategi Adaptasi Berbasis Komunitas Masyarakat Pesisir dalam Menghadapi Banjir Rob di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan, Selasa (2/6/2026).
