Sungai Comal Meluap, 2 Desa Kebanjiran, Kapolres Pemalang Ingatkan Ini

Pemalang, IDN Times - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pemalang menyebabkan aliran air Sungai Comal meluap. Alhasil, terdapat dua desa yakni Desa Klegen dan Desa Kebonjongan yang mengalami banjir dengan ketinggian bervariasi. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana mengeklaim sampai hari ini, tidak ada warga dua desa tersebut yang mengungsi.
Pihaknya juga mengonfirmasi tidak adanya korban jiwa yang diakibatkan dari kejadian banjir di Comal.
Namun begitu, pihaknya mendapat laporan bahwa sejumlah perangkat elektronik di rumah warga rusak akibat terendam banjir.
"Untuk kerugian materiil masih kami lakukan pendataan, beberapa laporan yang kami terima, sejumlah perangkat elektronik mengalami kerusakan akibat terendam air," paparnya, Minggu (18/1/2026).
Ia juga mengimbau kepada warga agar sementara tidak menghidupkan listrik dan perangkat elektronik sampai air benar-benar surut dan aman.
Semua personel di Polsek Comal, katanya juga diminta untuk memberi tahu warga Klegen dan Kebojongan agar segera melaporkan lewat Call Center Polri 110 atau Hotline WhatsApp Polres Pemalang 0813-2016-110 jikalau sedang menghadapi situasi darurat.
"Kami dari Kepolisian bersama instansi terkait siap memberikan pelayanan terbaik untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada warga," tutur Rendy.
Menurutnya, air akan semakin surut apabila hujan lebat tak kembali mengguyur wilayah Comal.
Rendy telah memerintahkan personnel tiap Polsek guna menolong warga yang terdampak banjir.
"Seperti menggendong anak-anak dan menuntun lansia yang sedang beraktivitas, serta mendorong sejumlah kendaraan yang mogok saat melintas di genangan air," akunya.
Sedangkan, dari keterangan Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, mayoritas wilayah Jawa Tengah memasuki puncak musim penghujan.
Kondisi itu, diperkuat dengan adanya pertemuan angin yang turut meningkatkan potensi curah hujan.
"Hingga tiga hari sampai satu minggu ke depan masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat karena sudah memasuki puncak musim penghujan,” kata prakirawan Stasiun BMKG Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rahmawati.


















