Semarang, IDN Times – Kota Semarang kembali tampil di layar lebar. Kali ini, melalui film drama keluarga ‘’Takkan Kubiarkan Kau Menangis’’ yang tidak hanya menyajikan cerita emosional, tetapi juga menghadirkan wajah autentik Kota Lunpia.
Syuting 24 Hari di Semarang, Ariyo Wahab Punya Pesan Lewat Film Ini

1. Semarang sebagai destinasi produksi film nasional
Film yang menjalani proses syuting selama 24 hari di berbagai sudut Kota Semarang ini menjadi bukti bahwa ibu kota Jawa Tengah semakin diperhitungkan sebagai destinasi produksi film nasional. Pemerintah Kota Semarang pun memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat branding Semarang sebagai Kota Sinema sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, Kota Semarang memiliki daya tarik yang lengkap bagi industri perfilman, mulai dari lanskap kota yang beragam hingga ekosistem kreatif yang semakin berkembang.
“Kami sangat terbuka dan siap memberikan dukungan penuh bagi para sineas yang ingin berkarya di kota ini. Kehadiran film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi bukti bahwa Kota Semarang memiliki magnet kuat, baik dari sisi sudut kota maupun kesiapan ekosistem kreatifnya untuk mendukung produksi film nasional,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Meet and Greet dan nonton bareng film tersebut di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7/2026) malam.
Bagi penonton, film ini menawarkan lebih dari sekadar tontonan drama keluarga. Berbagai lokasi syuting di Kota Semarang dikemas menjadi visual yang memperlihatkan karakter kota yang unik dan autentik. Hal ini menjadikan film tersebut sebagai medium promosi wisata yang mampu memperkenalkan Semarang kepada khalayak yang lebih luas.
2. Libatkan sineas dan talenta lokal
Tak hanya itu, film ini juga melibatkan sineas dan talenta lokal dalam proses produksinya, mulai dari kru hingga pemeran pendukung. Keterlibatan tersebut membuka peluang lebih besar bagi insan perfilman lokal untuk menembus industri film nasional.
Agustina berharap semakin banyak rumah produksi yang menjadikan Kota Semarang sebagai lokasi syuting film-film nasional di masa mendatang.
“Kami berharap kolaborasi dengan para sineas seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak karya hebat lahir dan mengambil latar di Kota Semarang,” katanya.
Sementara itu, aktor utama film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ariyo Wahab mengaku, terkesan dengan atmosfer Kota Semarang selama proses produksi berlangsung. Menurutnya, karakter kota yang kuat justru memudahkan para aktor dalam membangun emosi dan menghidupkan cerita yang disampaikan dalam film.
3. Alasan film ini layak ditonton
“Semarang adalah kota yang sangat autentik dengan karakter yang kuat. Atmosfer kota dan keramahan lingkungan kerjanya sangat mendukung proses kreatif kami selama produksi,” ungkapnya.
Ada setidaknya tiga alasan mengapa film ini layak ditonton. Pertama, menyuguhkan drama keluarga yang emosional dan sarat pesan moral sehingga relevan dengan kehidupan sehari-hari penonton. Kedua, menghadirkan panorama Kota Semarang dari sudut pandang yang berbeda melalui layar lebar. Ketiga, menjadi bukti bahwa industri kreatif lokal mampu berkolaborasi dalam karya perfilman nasional yang berkualitas.
Kehadiran film ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Semarang dalam membangun identitas sebagai Kota Sinema. Branding tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik produksi film, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, pariwisata, serta membuka peluang kerja bagi talenta-talenta lokal.
“Melalui penguatan identitas Kota Sinema, kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi sineas lokal untuk bertumbuh dan berkiprah di tingkat nasional, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Semarang,” pungkas Agustina.
Curated For You
- Kamu Punya Ide Film? Joko Anwar Ungkap Rahasia Syuting Low Budget di Semarang07 Jun 2026, 10:53 WIB
- Cara Daftar Karya di Lawang Sewu Short Film Festival 2026, Cek Disini06 Jun 2026, 06:30 WIB