Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Takjil Kerupuk Karak di Alun-alun Kauman Semarang Terkontaminasi Boraks

Takjil Kerupuk Karak di Alun-alun Kauman Semarang Terkontaminasi Boraks
Kerupuk karak ditemukan kandungan zat boraks. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • BPOM Semarang temukan takjil di Alun-alun Kauman terkontaminasi boraks
  • 83 sampel takjil diambil, termasuk dari pasar tradisional dan sekitar Masjid Agung Kauman
  • Pemantauan bahan pangan intensif jelang Ramadan, 8 titik pasar tradisional diawasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Semarang, IDN Times - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang menemukan kerupuk karak yang dijual oleh pedagang takjil di Alun-alun Kauman Kota Semarang, telah terkontaminasi boraks.

Temuan tersebut didapatkan saat para BPOM bersama Dinkes dan Dishanpan Kota Semarang menyisiri satu persatu makanan takjil yang ada di Alun-alun Kauman.

Mula-mula yang disisir ialah para penjual cireng. Lalu berlanjut ke penjual tahu walik, batagor, aneka kerupuk dan camilan lainnya yang ada di lokasi tersebut.

 

 

1. Kerupuk karak mengandung boraks

Kepala BPOM Semarang, Lintang Purba Jaya dan Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Kepala BPOM Semarang, Lintang Purba Jaya dan Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala BPOM Semarang, Lintang Purba Jaya berkata pihaknya mengambil 83 sampel takjil yang dijual di Alun-alun Kauman. Sampel lainnya juga diambil dari pasar tradisional dan sekitar Masjid Agung Kauman.

"Kita ambil 83 sampel takjil di Alun-alun Kauman dan pasar sekitarnya. Kita temukan sampel positif boraks yang berupa kerupuk gendar. Sampel lainnya yang kita uji klinis di laboratorium mobile adalah cireng batagor kerupuk," tutur Lintang, Selasa (12/3/2025).

2. Delapan sarana jual produk kedaluwarsa

BPOM menunjukkan sampel takjil yang diuji laboratorium. (IDN Times/Fariz Fardianto)
BPOM menunjukkan sampel takjil yang diuji laboratorium. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Pihaknya mulai mengintensifkan pemantauan bahan pangan dan produk makanan yang beredar luas saat momen Ramadan sampai jelang Lebaran.

Pada sarana pasar tradisional dan distributor makanan, katanya tempat yang diawasi ada delapan titik. Salah satunya Pasar Sendiko.

"Ada delapan sarana yang diawasi. Dan tiga sarana menjual produk kedaluwarsa. Sehingga dalam waktu dekat kita tindak lanjuti dengan sanksi administratif untuk kemudian akan dilaporkan kepada pihak berwajib," akunya.

3. Makanan mengandung boraks punya tekstur kenyal

Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam dan tim BPOM memeriksa takjil Alun-alun Kauman. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam dan tim BPOM memeriksa takjil Alun-alun Kauman. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala Dinkes Semarang, dr Abdul Hakam juga menuturkan setiap makanan yang dicampur boraks dapat dikenali dengan ciri-ciri tekstur lebih kenyal dan renyah.

"Dan terbukti sekarang setelah diambil sampelnya ternyata bahannya berubah jadi merah. Tapi makanan di sini (Alun-alun Kauman) aman dari zat kimia," urainya.

Pihaknya pun memperingatkan kepada warga Semarang guna mewaspadai penggunaan boraks pada makanan takjil. Sebab efek sampingnya sama dengan zat formalin dan rodamin. Yang mana bila dikonsumsi akan menimbulkan efek mual-mual, muntah bahkan dampak terparah bisa memicu kanker.

"Kita juga amankan lontong agar tidak mengandung boraks. Cuma data sementara hampir 80 persen takjil yang jualan di sini bersertifikat halal dan sisanya 30 persen masih mengantongi PIRT," tandasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More