Semarang, IDN Times – Bagi nelayan di Kepulauan Mentawai, menjaga ikan tetap segar setelah ditangkap bukan perkara sederhana. Keterbatasan listrik, jarak antarpulau, hingga perjalanan laut membuat teknologi cold storage konvensional sulit diterapkan secara optimal.
Pada Desa Sigapokna, Kecamatan Mentawai Barat, listrik baru tersedia sekitar 12 jam sehari. Sementara untuk menuju sejumlah lokasi lain, termasuk Muara Sikabaluan, akses hanya dapat ditempuh melalui laut sekitar dua jam menggunakan speedboat dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Kondisi tersebut mendorong tim Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026 yang melibatkan akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Airlangga (UNAIR) menguji pendekatan berbeda.
Pada 11–12 Agustus 2026, tim mendatangi Desa Muara Sikabaluan, Kecamatan Mentawai Utara, dan Dusun Labuan Bajau, Desa Sigapokna, Kecamatan Mentawai Barat. Mereka memperkenalkan cold storage box portable yang menggunakan Phase Change Material (PCM) dan hydrogel pack untuk mempertahankan suhu dingin tanpa bergantung pada listrik sepanjang waktu.
