Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
faskes, puskesmas, stunting, uhc
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengunjungi fasilitas kesehatan. (dok. pemkot Semarang)

Intinya sih...

  • Pemerintah Kota Semarang mencapai 100% cakupan Universal Health Coverage (UHC) per Desember 2025.

  • Penguatan layanan dasar, pendekatan pencegahan, dan perlindungan kesehatan yang inklusif menjadi faktor utama dalam pencapaian ini.

  • Tingkat UHC yang tinggi diharapkan dapat menekan prevalensi stunting di Kota Semarang.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memperkuat sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia. Melalui penguatan layanan dasar, pendekatan pencegahan, serta perlindungan kesehatan yang inklusif, kini cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Ibu Kota Jawa Tengah telah mencapai 100 persen per Desember 2025.

1. Jaga angka stunting tetap terkendali

Petugas mengedukasi ibu ibu yang punya anak stunting. (IDN Times/Dok Nestle)

Capaian itu juga mampu menjaga angka stunting tetap terkendali sekaligus memastikan seluruh warga terlindungi melalui sistem jaminan kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga Desember 2025, prevalensi stunting di Kota Semarang tercatat sebesar 4,27 persen atau 2.593 balita. Angka ini mencerminkan hasil dari berbagai upaya berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah, terutama pada penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat.

Selain penanganan stunting, Pemkot Semarang juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan sejak dini. Penguatan intervensi preventif terus dilakukan agar anak tidak masuk ke fase stunting, melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan.

2. Penguatan sektor kesehatan merupakan investasi

ilustrasi pemeriksaan kesehatan (pexels.com/Natalia Vaithkevich)

Selanjutnya, terkait capaian UHC 100 persen, artinya seluruh penduduk Kota Semarang telah terjangkau dalam sistem jaminan kesehatan. Capaian ini menegaskan komitmen Pemkot Kota Semarang untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.

Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan, bahwa penguatan sektor kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat.

“Menjaga kesehatan warga adalah fondasi utama pembangunan Kota Semarang. Upaya pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen menunjukkan bahwa kebijakan kesehatan kami diarahkan agar benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama sejak usia dini,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

3. Pastikan kebijakan kesehatan tak berhenti pada angka

ilustrasi pemeriksaan kesehatan (unsplash.com/Mufid Majnun)

Agustina menambahkan, Pemkot terus memastikan agar kebijakan kesehatan tidak berhenti pada angka, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari warga. Penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan yang inklusif menjadi bagian dari kerja berkelanjutan pemerintah daerah.

“Kami memastikan layanan kesehatan, pencegahan, dan perlindungan jaminan kesehatan berjalan beriringan. Tujuannya jelas, agar setiap warga Kota Semarang memiliki kesempatan tumbuh sehat dan hidup lebih produktif,” tambahnya.

Capaian pengendalian stunting dan terwujudnya UHC 100 persen ini sejalan dengan prioritas pembangunan sektor kesehatan Kota Semarang yang menitikberatkan pada pencegahan, pemerataan layanan, dan perlindungan sosial. Pemkot optimistis, dengan fondasi kesehatan yang kuat, kualitas sumber daya manusia Kota Semarang dapat terus meningkat secara berkelanjutan.

Editorial Team