Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UNS Anugerahkan UNS Award 2026 kepada Tokoh Lingkungan Emil Salim
UNS berikan penghargaan kepada Prof. Emil Salim saat Sidang Senat Dies Natalis ke 50 Tahun. (IDN Times/Larasati Rey)
  • UNS menganugerahkan UNS Award 2026 kepada Prof. Emil Salim atas dedikasinya dalam pelestarian lingkungan, bertepatan dengan peringatan 50 tahun universitas tersebut di Surakarta.
  • Rektor UNS menegaskan penghargaan ini sebagai wujud komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan serta penguatan nilai keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
  • Melalui pesan video, Emil Salim mengingatkan pentingnya menjaga sumber daya alam Indonesia yang kaya dan beragam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surakarta, IDN Times - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan penghargaan UNS Award 2026 kepada ekonom sekaligus tokoh pembangunan nasional, Prof. H. Emil Salim. Penghargaan tersebut diberikan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-50 UNS yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Rabu (11/3/2026).

Pemberian penghargaan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 50 tahun UNS yang mengusung tema “Lima Dasawarsa Berbakti Kepada Negeri, Fondasi untuk Akselerasi Prestasi yang Berdampak dan Berkelanjutan.”

1. UNS berikan penghargaan tertinggi untuk kontribusi lingkungan.

UNS berikan penghargaan kepada Prof. Emil Salim saat Sidang Senat Dies Natalis ke 50 Tahun. (IDN Times/Larasati Rey)

Rektor UNS, Hartono menjelaskan bahwa setiap peringatan Dies Natalis, UNS memberikan penghargaan kepada tokoh bangsa yang dinilai memiliki kontribusi signifikan di bidang tertentu.

Pada tahun ini, UNS memberikan penghargaan tertinggi “Parasamya Anugraha Widyatama Taru Tirta Bawana” kepada Prof. Emil Salim.

“Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan UNS atas integritas, prestasi, kepeloporan, dan pemajuan yang luar biasa dalam bidang pelestarian lingkungan,” kata Hartono.

Menurutnya, sosok Emil Salim dinilai memiliki dedikasi panjang dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

UNS berharap perjuangan dan pemikiran Emil Salim dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

2. UNS Award dorong komitmen pembangunan berkelanjutan

UNS berikan penghargaan kepada Prof. Emil Salim saat Sidang Senat Dies Natalis ke 50 Tahun. (IDN Times/Larasati Rey)

Hartono menjelaskan bahwa pemberian UNS Award juga merupakan bentuk komitmen UNS dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini diberikan kepada tokoh bangsa yang dinilai berjasa dalam pelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Selain itu, UNS Award juga menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keberlanjutan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Penghargaan ini diharapkan dapat mengakselerasi kontribusi UNS dalam mendorong kemandirian bangsa sekaligus memperkuat transformasi tata kelola universitas,” jelasnya.

Penghargaan tersebut juga diharapkan mampu mempererat solidaritas dan rasa memiliki di kalangan sivitas akademika dalam menjaga keberlanjutan perjalanan UNS ke depan.

3. Emil Salim titip pesan pentingnya menjaga alam

UNS berikan penghargaan kepada Prof. Emil Salim saat Sidang Senat Dies Natalis ke 50 Tahun. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam acara tersebut, penghargaan UNS Award diserahkan oleh Rektor UNS kepada putri Prof. Emil Salim, Amelia Salim, karena Emil Salim berhalangan hadir secara langsung.

Meski begitu, Emil Salim tetap menyampaikan pesan melalui video terkait pentingnya menjaga sumber daya alam.

“Sumber daya alam perlu kita lestarikan, terutama di Indonesia yang memiliki iklim tropis dan kekayaan alam yang sangat beragam,” ujarnya.

Emil Salim dikenal sebagai ekonom dan tokoh lingkungan hidup Indonesia yang lahir pada 8 Juni 1930. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup serta berbagai posisi penting lainnya di pemerintahan.

Di tingkat internasional, Emil Salim juga dikenal sebagai tokoh lingkungan hidup dunia. Ia pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF) serta Blue Planet Prize pada 2006 dari The Asahi Glass Foundation.

Selain itu, pada 1994 Emil Salim bersama koleganya mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), organisasi nonpemerintah yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan hidup.

Editorial Team