Semarang, IDN Times - Penanganan banjir terus berlangsung di Kota Semarang. Saat ini Pemerintah Kota Semarang berupaya menyelesaikan persoalan banjir khususnya di wilayah Semarang Timur.
Update Penanganan Banjir di Semarang, Kelola DAS dan Sistem Drainase

1. Pengerukan sedimentasi hingga pembuatan kolam retensi
Upaya yang dilakukan sekarang, yakni penguatan sistem drainase dan mengelola sejumlah daerah aliran sungai (DAS). Pelaksanaan proyek tersebut dilakukan Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum bersama BBWS Pemali–Juana.
“Kita itu intinya kolaborasi, Pemkot Semarang tidak dapat bergerak sendiri karena membutuhkan juga pola kerja sama salah satunya dengan BBWS. Alhamdulillah, kolaborasi lintas instansi ini berjalan on the right track,” ungkap Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin (12/6/2023).
Dalam penanganan banjir tersebut kedua pihak melakukan program antara lain, pengerukan sedimentasi, penambahan unit pompa dan pembuatan tanggul hingga kolam retensi.
Terkait penguatan drainase, upaya yang dilakukan dengan menambah pompa dan pintu air. Kemudian, untuk sub sistem Kali Tenggang, ada penambahan 6 pintu air di Rumah Pompa Tenggang.
‘’Jika semula hanya ada 2 pintu, kini BBWS telah membangun sehingga terdapat 8 pintu air. Hal tersebut akan semakin diperkuat dengan penambahan 4 unit pompa di kolam retensi Muktiharjo Kidul yang setiap unitnya berkapasitas 1.500 liter per detik,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Ita.
2. Pengerjaan dibantu BBWS Pemali–Juana
Demikian halnya dengan drainase Kali Sodor, BBWS akan melakukan penambahan 7 pompa di rumah Pompa Kandang Kebo serta penambahan 8 pintu air di Rumah Pompa Sringin, dari semula 2 pintu, menjadi 10 pintu air. Melalui penambahan pintu air dan pompa ini diharapkan arus air dapat bergerak cepat untuk dialirkan ke hilir saat musim penghujan.
Ita menjelaskan, penambahan fasilitas pompa dan pintu air tesebut juga disertai dengan sejumlah normalisasi dan pengerukan sedimentasi. Baik DPU Kota Semarang maupun BBWS Pemali–Juana saling berbagi peran dalam sejumlah pengerukan sedimentasi tersebut.
‘’Setidaknya demikian yang terjadi di Kali Tenggang, pembersihan sampah dan enceng gondok menjadi peran DPU, sedangkan paket normalisasi dari Jalan Raya Kaligawe sampai Jembatan Sukarela Tlogorasi oleh BBWS. Hal yang sama juga dilakukan di Kali Sodor dan Kali Babon, lokasi terjadinya banjir di Dinar Indah pada awal Januari lalu,’’ katanya.
3. Musim penghujan 2023–2024 sudah bebas banjir
Baik DPU dan BBWS Pemali–Juana saling berkolaborasi dalam percepatan pengerukan sedimentasi dan pembuatan tanggul agar DAS Babon siap menampung debit air saat musim penghujan.
Sejumlah solusi tersebut juga diperkuat dengan keberadaan sejumlah kolam retensi di Kali Tenggang Muktiharjo Kidul dan Tlogosari. Termasuk rencana pembuatan kolam retensi di Kali Sodor pada tahun 2023 ini.
‘’Melalui sejumlah kegiatan kolaborasi dengan BBWS Pemali Juana tersebut, diharapkan terjadi penguatan sistem drainase di wilayah Semarang Timur. Sehingga, pada musim hujan 2023--2024, Kota Semarang khususnya di wilayah aliran Kali Tenggang, Sringin dan Babon dapat terbebas dari banjir,’’ tandasnya.