Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkot Semarang Alihkan Proyek yang Tak Terkejar untuk Tangani Banjir

Pemkot Semarang Alihkan Proyek yang Tak Terkejar untuk Tangani Banjir
Petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pembersihan drainase dalam penanganan banjir di Kota Semarang. (dok. Humas Pemkot Semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Pemerintah Kota Semarang memprioritaskan pembangunan sektor infrastruktur untuk tahun 2023 ini. Salah satunya menanggulangi dan mencegah banjir di Ibu Kota Jawa Tengah. 

1. Akan ada evaluasi untuk proyek penanganan banjir

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti melakukan pantauan banjir dan rob di Kota Semarang. (dok. Humas Pemkot Semarang)
Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti melakukan pantauan banjir dan rob di Kota Semarang. (dok. Humas Pemkot Semarang)

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, pihaknya tahun ini akan memprioritaskan sektor infrastruktur, terutama untuk penanggulangan dan pencegahan banjir.

"Memang saya memprioritaskan di infrastruktur, utamanya di banjir. Karena pada saat kemarin, tahun lalu, banyak banjir melanda di Kota Semarang," ungkapnya, Kamis (4/5/2023).

Pembangunan infrastruktur untuk menangani banjir sudah dimulai awal tahun ini. Selanjutnya, pada pertengahan tahun ini akan kembali dievaluasi dan diinventarisasi.

"Setelah Lebaran, setelah ulang tahun (HUT) Kota Semarang karena kegiatannya kan banyak banget ya, temen-temen, utamanya di Dinas PU, Disperkim, dan Distaru mulai menginventarisasi lagi," tutur perempuan yang akrab disapa Ita.

2. Proyek yang belum terealisasi dialihkan

Ilustrasi banjir di Kota Semarang (dok. Humas Pemkot Semarang)
Ilustrasi banjir di Kota Semarang (dok. Humas Pemkot Semarang)

Dinas terkait tersebut diminta untuk menginventarisasi realisasi seluruh proyek pekerjaan yang dilelangkan. Proyek-proyek yang belum terealisasi dan masih dalam proses lelang akan dialihkan untuk program yang diprioritaskan.

Ita menyampaikan, pihaknya memprioritaskan pencegahan banjir dan perbaikan jalan berlubang.

"Saya minta juga program proyek yang kelihatan lelangnya sudah mintip-mintip (hampir jadi, red), tidak bisa dilakukan. Lebih baik sudah, mandek (berhenti, red). Prioritaskan ke infrastruktur pencegahan banjir dan jalan berlubang," katanya.

Kondisi itu karena Kota Semarang dilanda cuaca ekstrem dengan hujan deras. Sehingga, berdampak terhadap kerusakan jalan dan harus segera ditangani.

3. Minta provinsi dan pusat perbaiki jalan rusak

Perbaikan jalan rusak di Lingkar Pemalang, Jateng (dok. BBPJN Jateng-DIY)
Perbaikan jalan rusak di Lingkar Pemalang, Jateng (dok. BBPJN Jateng-DIY)

Sementara itu, Pemkot Semarang juga meminta pemerintah provinsi dan pusat untuk membenahi jalan-jalan rusak yang menjadi kewenangannya.

"Karena infrastruktur (jalan rusak, red.) kebanyakan yang dilihat dan dirasakan masyarakat di daerah protokol yang strategis ya. Misalnya, jalan dari Mangkang menuju ke pusat kota," imbuh Ita.

Untuk diketahui, Jalur Mangkang yang terletak di perbatasan Kota Semarang dan Kabupaten Kendal serta Jalan Arteri Yos Sudarso sampai Kaligawe, Kaligawe sampai Sayung Demak merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan, Jalan Brigjen Sudiarto dan jalur Gunungpati-Cangkiran merupakan jalan provinsi.

"Jadi, mana bagian pusat dan provinsi akan kami follow up terus, untuk jalan, irigasi, dan drainase. Saya minta UPTD petakan dan bergerak cepat," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews