Uskup Agung Semarang Ingat Paus Fransiskus saat Datang ke Indonesia: Tidak Pernah Takut

Semarang, IDN Times - Wafatnya Paus Fransiskus menyisakan duka mendalam bagi para romo, Yesuit tak terkecuali oleh Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubiyatmoko.
Kenangan-kenangan pada pribadi Paus Fransiskus kembali dimunculkan tatkala Keuskupan Agung Semarang mengadakan misa requeim di Gereja Katedral Santa Maria Ratu Perawan Rosario Semarang, Rabu (23/4/2025).
Tepatnya selepas Maghrib atau kisaran jam 18.00 WIB, sejumlah romo bergiliran memimpin misa requeim yang dihadiri hampir 1.000 jemaat dari berbagai lingkungan paroki.
Weni lega bisa doakan Bapa Paus

Weni, seorang jemaat dari Pendrikan khidmat mengikuti misa requeim untuk mendoakan mendiang Paus Fransiskus. Kedua mata Weni beberapa kali terpejam demi mendoakan mendiang Sri Paus dengan khusyuk.
"Karena saya tahu info di Katedral ada misa buat doakan Bapa Paus, jadinya saya milih datang kemari. Saya lega bisa ikut mendoakan Bapa Paus," kata perempuan sepuh tersebut.
Gereja Paroki serempak gelar misa requeim

Seorang pengurus Katedral Semarang berkata terdapat seorang pastor tamu bernama Romo Cristo yang berkesempatan menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan hidup Paus Fransiskus.
Sang pastor dikatakannya pernah tinggal bersama Paus Fransiskus. "Ada salah satu romo yang ikut menyampaikan pandangannya karena beliau kenal dekat dengan Bapa Paus. Sepertinya dia kenal dekat sama Bapa Paus," tuturnya.
Tak cuma di Katedral Semarang yang mengadakan misa requeim. Di sejumlah gereja paroki juga menggelar prosesi doa perjamuan serupa.
Di Gereja Santo Yusuf Gedangan Semarang Utara, misa requeim diadakan Selasa kemarin. Lalu di Gereja Santa Theresia Bongsari misa requeim diadakan Kamis, (24/4/2025) dan Gereja Santo Athanasius Panjangan juga diadakan hari ini.
Misa requeim untuk hadirkan kembali ajaran Bapa Paus

Misa requeim untuk mendoakan mendiang Paus Fransiskus memang sesuai seruan Uskup Agung Semarang Monsinyur Robertus Rubiyatmoko.
"Kami juga mengimbau di paroki paroki juga diadakan misa mendoakan Bapa Paus Fransiskus. Dan sembari menghadirkan kembali ajaran-ajaran yang diberikan oleh beliau," kata Romo Ruby kepada IDN Times selepas memimpin misa requeim di Katedral Semarang.
Paus Fransiskus sosok yang terbuka bagi siapapun

Menurut Romo Ruby, Paus Fransiskus semasa hidupnya senantiasa mengajarkan kemurahan hati bagi sesama umat manusia tanpa memandang latar agama. Utamanya bagi kaum papa yang terpinggirkan, yang tertindas oleh perang, Paus Fransiskus juga mampu menjamah mereka tanpa pandang bulu.
"Dia semasa hidupnya dari sisi pengajaran dia jelas punya kemurahan luar biasa. Dia punya kemurahan hati luar biasa, dia seorang pribadi punya hati bagi orang lain. Yang kecil, yang lemah, yang miskin, yang tersingkir, yang tertindas mengalami peperangan dan segala macam. Salah satunya yang menarik adalah Paus ini mencoba bangun persaudaraan dengan siapapun," ungkapnya.
Paus Fransiskus juga seorang pribadi yang berani mendatangi negara-negara muslim. Salah satunya tampak saat Paus Fransiskus memutuskan menyambangi Indonesia tahun 2024 kemarin bahkan menyapa langsung seluruh warga yang menyemut di tengah arak-arakan rombongannya.
Romo Ruby mengenang sosok Paus Fransiskus yang tak pernah takut menyalamk orang-orang dari segala lapisan masyarakat Indonesia.
"Dan dia sangat mengesankan dan dari apa yang diperjuangkan dengan pribadi pembawa damai. Dia kemanapun tidak pernah takut. Waktu datang ke Indonesia tak takut siapapun. Termasuk saat naik kendaraan terbuka yang bisa menyalami siapapun yang dijumpainya. Ini menandakan dia pribadi sangat bebas sangat terbuka bagi siapapun," kata Romo Ruby.


















