Misa requeim untuk doakan Paus Fransiskus. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Menurut Romo Ruby, Paus Fransiskus semasa hidupnya senantiasa mengajarkan kemurahan hati bagi sesama umat manusia tanpa memandang latar agama. Utamanya bagi kaum papa yang terpinggirkan, yang tertindas oleh perang, Paus Fransiskus juga mampu menjamah mereka tanpa pandang bulu.
"Dia semasa hidupnya dari sisi pengajaran dia jelas punya kemurahan luar biasa. Dia punya kemurahan hati luar biasa, dia seorang pribadi punya hati bagi orang lain. Yang kecil, yang lemah, yang miskin, yang tersingkir, yang tertindas mengalami peperangan dan segala macam. Salah satunya yang menarik adalah Paus ini mencoba bangun persaudaraan dengan siapapun," ungkapnya.
Paus Fransiskus juga seorang pribadi yang berani mendatangi negara-negara muslim. Salah satunya tampak saat Paus Fransiskus memutuskan menyambangi Indonesia tahun 2024 kemarin bahkan menyapa langsung seluruh warga yang menyemut di tengah arak-arakan rombongannya.
Romo Ruby mengenang sosok Paus Fransiskus yang tak pernah takut menyalamk orang-orang dari segala lapisan masyarakat Indonesia.
"Dan dia sangat mengesankan dan dari apa yang diperjuangkan dengan pribadi pembawa damai. Dia kemanapun tidak pernah takut. Waktu datang ke Indonesia tak takut siapapun. Termasuk saat naik kendaraan terbuka yang bisa menyalami siapapun yang dijumpainya. Ini menandakan dia pribadi sangat bebas sangat terbuka bagi siapapun," kata Romo Ruby.