Viral ASN Boyolali Diminta Menangkan PDIP, Bupati: PNS Tetap Netral

Boyolali, IDN Times - PDIP melakukan investigasi untuk membuktikan kebenaran video rekaman pengakuan wanita yang mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Boyolali.
Dalam video yang sempat viral di media sosial wanita tersebut mengaku diperintah untuk bersikap tidak netral dan memenangkan salah satu calon pada Pilpres 2024.
1. PDIP cari tahu video ASN yang viral

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto mengatakan pihaknya melakukan bakal mencari asal muasal dan tujuan video viral tersebut dibuat.
"Kami lakukan investigasi, pertanyaannya itu (video rekaman ASN Boyolali) didesain atau fakta? Kita juga masih tanda tanya bos, bahkan kemarin ada yang bersalaman dengan Ibu (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) saja ada yang mendesain, faktanya tidak begitu,” kata Bambang Pacul dilansir dari Antara.
2. Bambang Pacul sebut tim dari PDIP langsung datang ke Boyolali

Bambang Pacul mengatakan pihaknya telah datang langsung ke Kabupaten Boyolali untuk mencari kebenaran dari video tersebut.
"Jadi, kita harus berhati-hati karena PDI Perjuangan di Boyolali terlalu kuat, Solo PDIP terlalu kuat, di Wonogiri juga kuat sehingga rentan terhadap isu seperti itu," ujarnya.
3. Bupati Boyolali ngaku gak pernah perintahkan ASN tidak netral

Sementara itu Bupati Boyolali M Said Hidayat mengaku dirinya tidak pernah memerintahkan kepada ASN untuk memenangkan PDIP, Ia juga mengatakan kondisi ASN hingga saat ini tetap netral.
"Kami ajak masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan pemilu yang akan datang dengan cara yang baik-baik, sehingga berjalan dengan tertib dan aman seperti tahun-tahun sebelumnya," kata M Said Hidayat.
4. PDIP Boyolali sebut pengakuan ASN tidak netral diragukan

Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Boyolali Seno Kusumoarjo mengaku tidak terpengaruh video tersebut. Menurutnya masyarakat saat ini sudah cerdas dalam menentukan pilihannya. "Kalau ada tuduhan, di Boyolali yang bilang ASN tidak netral, biasanya itu, partai sebelah yang susah masuk ke Boyolali," kata Seno.
"Sudah ditanyakan ke Pak Bupati, beliau menjawab, bupati tidak pernah mengarahkan atau perintah ASN memilih ke Pak Ganjar. Bahkan, ASN tersebut tidak dikenalnya, bisa saja itu, bukan ASN di Boyolali, kalau baju bisa dibeli dimana saja, atau bisa juga pinjam," tambahnya.
5. Bawaslu lakukan penelusuran namun belum ada hasil

Sementara itu Bawaslu Kabupaten Boyolali belum menemukan sosok ASN yang video pengakuannya viral di media sosial. Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, menyatakan telah menelusuri video pengakuan ASN tersebut, namun masih belum menemukan hasil.
Sebelumnya Beredar video di media sosial diduga seorang perempuan ASN di Kabupaten Boyolali yang mengaku diperintah untuk memenangkan PDI Perjuangan dan memilih calon presiden 2024, Ganjar Pranowo.
Dalam video berdurasi 1 menit 45 detik ini, ASN tersebut bercerita bahwa dirinya diminta pimpinan untuk memenangkan Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan pada Pilpres 2024.



















