Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wali Kota Solo Soroti Lonjakan Sampah Usai Lebaran, Tembus 400 Ton

Wali Kota Solo Soroti Lonjakan Sampah Usai Lebaran, Tembus 400 Ton
Apel bersama pasca cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di kawasan TPA Putri Cempo, Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Surakarta)
Intinya Sih
  • Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyoroti lonjakan volume sampah pasca Lebaran yang mencapai 300–400 ton per hari, meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa.
  • Pemkot Surakarta menyiapkan revisi peraturan daerah dan peraturan wali kota untuk memperkuat kebijakan pemilahan sampah dari sumber, bekerja sama dengan akademisi UNS.
  • Respati mengajak warga berperan aktif dalam pengelolaan sampah mandiri serta memberi apresiasi kepada petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo atas dedikasi mereka menjaga kebersihan kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memimpin apel bersama pasca cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di kawasan TPA Putri Cempo, Rabu (25/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti persoalan sampah yang semakin mendesak, terutama setelah libur panjang Lebaran.

Apel diikuti oleh Sekretaris Daerah, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga para petugas dan pengelola TPA Putri Cempo.

1. Volume sampah naik hingga 400 ton per hari

IMG_5165.jpeg
Apel bersama pasca cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di kawasan TPA Putri Cempo, Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Surakarta)

Respati mengungkapkan, volume sampah di Kota Solo saat ini mencapai 300 hingga 400 ton per hari. Bahkan selama periode Lebaran 2026, jumlah tersebut meningkat sekitar 20–30 persen dibandingkan hari normal.

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta menunjukkan lonjakan ini menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani.

“Persoalan sampah ini nyata. Ini bukan isu kecil, melainkan tantangan besar yang harus kita selesaikan bersama,” tegas Respati.

Namun, kapasitas pengolahan sampah saat ini baru mencapai sekitar 20 persen atau kurang dari 100 ton per hari. Artinya, sebagian besar sampah masih bergantung pada TPA sebagai penampungan akhir.

2. Siapkan kebijakan pemilahan dari sumber

IMG_5166.jpeg
Pemulung di TPA Putri Cempo, Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Surakarta)

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Surakarta tengah menyiapkan penguatan kebijakan, salah satunya melalui revisi peraturan daerah yang akan dilanjutkan dengan penerbitan peraturan wali kota.

Kebijakan ini akan difokuskan pada pemilahan sampah dari sumber, yakni dari rumah tangga maupun wilayah masing-masing.

Selain itu, Pemkot juga menggandeng akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengkaji sistem pemilahan sampah yang lebih efektif di tingkat wilayah.

Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang aplikatif dan tepat sasaran dalam pengelolaan sampah di Kota Solo.

3. Dorong peran warga dan apresiasi petugas

IMG_5164.jpeg
Apel bersama pasca cuti Hari Raya Nyepi dan Idulfitri di kawasan TPA Putri Cempo, Solo. (Dok/Prokompim Pemkot Surakarta)

Respati menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya bergantung pada TPA sebagai solusi akhir. Ia berharap ke depan setiap wilayah mampu mengelola sampah secara mandiri.

Pemkot juga akan melakukan sosialisasi secara masif sebelum kebijakan pemilahan sampah diterapkan secara menyeluruh.

Dalam kesempatan itu, Respati turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif, mulai dari memilah sampah dari rumah hingga mengurangi produksi sampah sehari-hari.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo yang selama ini bekerja menjaga kebersihan kota.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas kebersihan dan pengelola TPA Putri Cempo. Peran saudara-saudara sekalian sangat penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan Kota Surakarta,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More