Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[WANSUS] Luna Maya, Cap Bintang Film Horor dan Syuting di Semarang

[WANSUS] Luna Maya, Cap Bintang Film Horor dan Syuting di Semarang
Artis Luna Maya saat promosi film Suzanna: Malam Jumat Kliwon dan syuting film 'Panggonan Wingit' di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Semarang, IDN Times - Artis Luna Maya kembali didapuk sebagai Suzanna pada film berjudul Suzanna: Malam Jumat Kliwon yang sebentar lagi tayang pada 3 Agustus 2023 mendatang. Pengalaman kedua memerankan ratu film horor Indonesia itu semakin melabeli perempuan kelahiran Denpasar, Bali tersebut sebagai bintang layar lebar spesialis genre misteri.

Apalagi, saat ini Luna juga tengah syuting film misteri yang mengambil lokasi di Kota Semarang. Lalu, bagaimana cerita dan kesan perempuan berusia 39 tahun itu dalam menjalani perannya sebagai bintang film horor dan tinggal di Ibu Kota Jawa Tengah selama hampir satu bulan, berikut wawancara khusus IDN Times bersama Luna Maya di sela syuting di Kampus Karangpanas Semarang, Sabtu (8/7/2023) lalu.

Halo Luna bisa cerita dalam rangka apa ke Semarang?

Penampakan Suzanna yang diperankan Luna Maya di Film 'Suzanna: Malam Jumat Kliwon' (imdb.com)
Penampakan Suzanna yang diperankan Luna Maya di Film 'Suzanna: Malam Jumat Kliwon' (imdb.com)

Iya, aku di Kota Semarang selama 25 hari untuk syuting film terbaruku. Film ini ceritanya berlokasi di Kota Semarang pada akhir 1980-an hingga awal 1990-an. Ada tiga lokasi yang dipakai untuk syuting film ini, yaitu Kota Lama Semarang, Kampus Karangpanas dan Hotel Candi Baru. Genre film ini horor. 

Apa yang membuat Luna suka membintangi film horor?

Pemeran film Suzanna: Malam Jumat Kliwon, Luna Maya saat promosi film tersebut di Kota Semarang, Sabtu (8/7/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Pemeran film Suzanna: Malam Jumat Kliwon, Luna Maya saat promosi film tersebut di Kota Semarang, Sabtu (8/7/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Saya juga bingung, maunya dapat film drama, action atau komedi semuanya yang lagi syuting horor. Gimana ya namanya juga cari makan. 

Apa sih tantangannya berperan di film horor?

Pemeran film Suzanna: Malam Jumat Kliwon, Luna Maya bersama Taskya Namya dan sutradara Guntur Soeharjanto menceritakan pengalaman syuting film horor tersebut saat promosi di Kota Semarang, Sabtu (8/7/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Pemeran film Suzanna: Malam Jumat Kliwon, Luna Maya bersama Taskya Namya dan sutradara Guntur Soeharjanto menceritakan pengalaman syuting film horor tersebut saat promosi di Kota Semarang, Sabtu (8/7/2023). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Sebenarnya, tidak hanya film horor yang punya tantangan sendiri. Setiap film apapun pasti punya tantangan berbeda dan ada suka dukanya. Lalu, kenapa selalu mendapat film horor? Mungkin karena ada pasarnya dan banyak penontonnya. Dari segi bisnis, genre film horor ini menjanjikan. Kalau ditanya sebagai seorang aktor, inginnya punya peran yang bervariasi tapi bagaimana mendapatkan peran bervariasi kalau sebagian besar produksi kebanyakan memang film horor. Ya, nggak masalah, mau horor atau genre drama ga masalah. Selama ceritanya bagus, sutradaranya bagus, semua digarap dengan baik ya jalanin aja. Ya, meskipun itu film horor kenapa nggak diambil.

Selain langganan berperan di film horor, apakah juga suka dengan film horor?

Artis Luna Maya saat promosi film Suzanna: Malam Jumat Kliwon dan syuting film 'Panggonan Wingit' di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Artis Luna Maya saat promosi film Suzanna: Malam Jumat Kliwon dan syuting film 'Panggonan Wingit' di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Aku suka film apapun genrenya, termasuk film horor. Aku suka film horor yang membuat aku ternganga. Karena bicara film horor, tentu yang dicari adrenalin jumpscare-nya, plot twist ceritanya, lalu bagaimana suasana membangun mood film tersebut. 

Namun, ada juga film horor yang tidak bisa membuat aku seperti itu. Berapa tahun ke belakang–aku bukan bilang film Indonesia–film luar (negeri, red) sudah agak jarang yang seperti itu. Menurut aku, rata-rata yang bisa bikin film yang horor beneran itu Asia. 

Judul-judul film horor apa yang Luna suka?

Instagram.com/sorayaintercinefilms
Instagram.com/sorayaintercinefilms

Beberapa tahun terakhir aku suka film horor seperti Insidious, Conjuring dan Evil Dead Rise. Evil Dead Rise ini aku suka banget, ceritanya bagus, pengambilan gambarnya keren, sadisnya dapat. Kalau film horor, film buatan Indonesia lebih banyak yang aku suka. Ya, dan tentu saja aku suka sekali film Suzanna dari sejak dulu. 

Ceritakan dong pengalaman dan kesan selama syuting film horor, seperti Suzanna misalnya?

Instagram.com/anggy_umbara
Instagram.com/anggy_umbara

Main film berperan menjadi hantu ini sudah ketiga kalinya, yakni ‘Suzanna: Bernapas Dalam Baru’, ‘Suzanna: Malam Jumat Kliwon’, dan terakhir film yang sedang digarap ini, judulnya ‘Panggonan Wingit’. 

Untuk film Suzanna sendiri, walau agak unik dan berbeda tapi hantunya ini menarik simpati orang, ceritanya juga unik beda dengan film horor lainnya. Berkesan sih buat aku dan juga refreshing lagi walaupun dengan makeup agak capek karena dikerjakan selama 4 jam sebelum syuting. 

Berbeda dengan film ‘Panggonan Wingit’ ini. Meskipun film horor, aku nggak kebagian peran yang aneh-aneh, jadi kebanyakan banyak peran dramanya di aku, tapi ada adegan diterornya sama yang misteri-misteri.

Seperti apa kesan selama bekerja dan syuting film horor di Kota Semarang?

Jujur saya paling senang kalau dapat kerjaan di luar kota, karena sudah biasa kerja di Jakarta ya gitu itu. Kalau syuting di luar kota semua jadi fokus, sebab rutinitas paling dari hotel ke lokasi syuting ke hotel lagi. Paling juga ada kegiatan lain seperti olahraga dulu, pergi ke kafe atau makan di luar, tapi saya lebih merasa fokus pada project syuting film saja.

Kalau di Jakarta, pulang syuting mau break aja pasti ada kerjaan lain yang dipikirin, kalau disini (Semarang, red) ada break aja bisa santai di hotel atau restoran mana. Kalau di Jakarta saya bisa ke kantor, bisa meeting, jadi kepala pecah di banyak hal dan membuat konsentrasi nggak 100 persen.

Maka, saya selalu excited jika ke luar kota dan urusan Jakarta bisa nanti dulu ya.

Bagaimana kesan Luna selama tinggal 25 hari di Semarang?

Artis Luna Maya saat promosi film Suzanna: Malam Jumat Kliwon dan syuting film 'Panggonan Wingit' di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Artis Luna Maya saat promosi film Suzanna: Malam Jumat Kliwon dan syuting film 'Panggonan Wingit' di Kota Semarang. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Saya salut ya pertama bersih, yang saya lintasi bersih kotanya. Kebersihan ini penting dan dibutuhkan kesadaran masyarakat ya, tidak hanya tanggung jawab pemerintah. Dari arah hotel saya ke lokasi syuting bersih dan rapi. Setidaknya perubahan itu ada dibandingkan saat aku promo film Suzanna di awal 2000-an, Kota Semarang dulu dengan sekarang jauh sekali berbeda.

Saya berharap kemajuan Kota Semarang bisa diikuti oleh kota lain. Lalu, banyak tempat gaul yang seru, alun-alun bersih, makanan juga enak-enak dan kita jadi tahu orang-orangnya di sini sangat ramah. So far so good, mudah-mudahan lebih berkembang dan tertata lagi, ekonomi lebih bagus.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
ANGGUN PUSPITONINGRUM
EditorANGGUN PUSPITONINGRUM
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Rumah Jokowi di Solo Jadi Tembok Ratapan Versi Roblox

08 Apr 2026, 20:48 WIBNews