Semarang, IDN Times - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan langsung untuk menemui korban bencana tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kota Semarang, pada Sabtu, (14/2/2026). Dalam tinjauan tersebut, Wapres menekankan bahwa aspek keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.
Didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Gibran berdialog dengan masyarakat setempat guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal. Ia mengingatkan warga agar tidak kembali ke hunian yang lama demi menghindari risiko perluasan area tanah gerak yang tidak terprediksi.
"Keselamatan adalah nomor satu. Hati-hati karena di sini banyak anak-anak dan lansia. Pekan lalu saya juga meninjau lokasi serupa di Tegal yang kondisinya cukup parah, sehingga pengungsian memang langkah terbaik," tegas Gibran.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang saat ini sedang mengoordinasikan titik relokasi bagi warga terdampak. Ia menjamin bahwa seluruh kebutuhan pokok para pengungsi akan terpenuhi selama masa transisi ini.
Beberapa poin penting terkait penanganan di lapangan antara lain, Pemprov Jateng bersinergi dengan Pemkot Semarang, Camat, dan Lurah untuk pemindahan warga.
Seluruh biaya relokasi akan ditanggung oleh Pemprov Jateng dan Pemkot Semarang, dengan dukungan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sedangkan untuk fasilitas pengungsian tersedia enam tenda pengungsian yang menampung sekitar 66 jiwa, lengkap dengan logistik dan sanitasi yang layak.
Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema relokasi sementara selama dua bulan di lahan milik warga setempat. Langkah ini diambil sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu penentuan lokasi hunian tetap yang lebih aman bagi masyarakat Kampung Sekip.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Wapres Gibran Tinjau Tanah Gerak di Semarang, Prioritaskan Relokasi

Lokasi terjadinya pergerakan tanah di wilayah RT 7 RW 1, Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. (dok. Pemkot Semarang)
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- 15 Rumah Terdampak Tanah Gerak di Jangli Semarang Akan Direlokasi12 Feb 2026, 17:35 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB
Editorial Team
EditorBandot Arywono
Related Article
[Wansus] Wali Kota Agustina: Merawat Semarang Lewat Ruang Pertemuan26 Sep 2026, 12:49 WIB
Kuasa Hukum Minta BPN Semarang Bantu Selesaikan Sengketa Rumah Perwira26 Sep 2026, 11:31 WIB
650 Mitra Grab Belajar Bahasa Isyarat, 1.000 Rompi Teman Setara Dibagi25 Sep 2026, 21:02 WIB
Melawan Kutukan Pengangguran dari Bawah Kolong Mesin25 Sep 2026, 18:00 WIB
Penari Berhijab hingga Tok Panjang Ramaikan Mooncake Festival Semarang25 Sep 2026, 17:15 WIB
Pajak Restoran Jadi Andalan PAD Berkat Warga Semarang Senang Jajan25 Sep 2026, 16:49 WIB
Gerai Indosat IM3 dan 3Store Buka di Mijen Semarang, Ini Layanannya25 Sep 2026, 16:03 WIB
Para Napi Kedungpane Lantunkan Surat Ar Rahman Untuk Tenangkan Hati25 Sep 2026, 15:55 WIB
Polda Jateng Diminta Turun Tangan Atasi Kerusakan Rumah Perwira Polisi25 Sep 2026, 11:40 WIB
Diminati Belanda, 125 Bonsai Tropis Asal Jateng Bebas Hama Serangga25 Sep 2026, 10:32 WIB
Bukan Sekadar Jualan, 6.125 Pelajar Belajar Bangun Bisnis dengan AI25 Sep 2026, 09:13 WIB
Bahas Grok AI, Mahasiswa Unsoed Juara 1 Legal Study Case Internasional25 Sep 2026, 09:12 WIB
Ambang Batas Naik, Jokowi Optimistis PSI Lolos Senayan 202924 Sep 2026, 20:34 WIB
276 Siswa SD sampai SMA di Batang Keracunan MBG, Begini Kata Korwil BGN Jateng24 Sep 2026, 19:25 WIB
Waspada! 5 Kebiasaan Chat Ini Ternyata Red Flag yang Sering Diabaikan24 Sep 2026, 18:00 WIB
5 Rahasia Bikin Kering Kentang Super Renyah dan Tahan Lama!24 Sep 2026, 16:00 WIB
Geothermal Gedongsongo Memantik Perlawanan Petani Lereng Telomoyo24 Sep 2026, 15:54 WIB
Rincian Budget Nikah Sederhana di Bawah 30 Juta, Bebas Utang!24 Sep 2026, 15:00 WIB